Lagi, Ratusan WN China Masuk Indonesia Lewat Soetta

Agregasi Sindonews.com, · Sabtu 08 Mei 2021 18:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 337 2407773 lagi-ratusan-wn-china-masuk-indonesia-lewat-soetta-S18ksjLDqb.jpg Ratusan WN China sedang menjalani pemeriksaan (Foto: Hasan Kurniawan)

JAKARTA - Warga Negara (WN) China terus berdatangan ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Sebelumnya, sebanyak 85 WN China datang pesawat charter China Southern Airlines pada Selasa 4 Mei 2021.

Kedatangan terus berlanjut pada 6 Mei 2021. WN China kembali datang ke Tanah Air dengan pesawat Xiamen Air MF855. Setidaknya ada 46 WNA China menumpang pesawat tersebut.

Pada gelombang kedatangan yang kedua ini, para WNA China tidak berjalan mulus. Mereka harus melewati pemeriksaan dokumen dan kesehatan hingga berjam-jam. Dari informasi itu, hanya 17 WN China lolos pemeriksaan.

Baca Juga:  PPP: Aneh, Mudik Dilarang tapi WN China Masuk RI

Hari ini, Sabtu 8 Mei 2021, gelombang WN China kembali berdatangan ke Indonesia, melalui Bandara Soetta. Kali ini, mereka menumpang pesawat China Southern Airlines dengan nomor penerbangan CZ-387.

Pesawat membawa sekitar 166 orang. Saat ini, mereka sudah tiba di Bandara Soetta dan sedang dalam pemeriksaan. Dari total 166 penumpang itu, 157 WN China, dan 3 lainnya merupakan penumpang WNI.

"Dari pemeriksaan dokumen paspor secara acak, didapatkan bahwa para WNA China tersebut masuk ke Indonesia dengan KITAS," kata sumber SINDOnews, Sabtu (8/5/2021).

Sementara itu, Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Jhoni Ginting mengatakan, seluruh WNA China yang masuk ke wilayah Indonesia melalui Bandara Soetta, sudah memenuhi aturan keimigrasian.

Baca Juga:  Dirjen Imigrasi Sebut 85 WN China Masuk Indonesia Bukan untuk Wisata, tapi...

Perjalanan mereka juga dikatakan, telah sesuai dengan aturan perjalanan internasional pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia dan telah melewati pemeriksaan dokumen perjalanan dan kesehatan.

Terkait kedatangan WNA ke Indonesia, kami sampaikan bahwa mereka yang datang telah memperoleh rekomendasi dari instansi terkait dan akan bekerja di proyek strategis nasional, bukan tujuan wisata," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini