3 KIH Dibangun, La Nyalla Yakin Indonesia Mampu Gaet Pasar Dunia

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 08 Mei 2021 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 337 2407760 3-kih-dibangun-la-nyalla-yakin-indonesia-mampu-gaet-pasar-dunia-aYTI1PTd0a.jpg Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti (Foto: Dok DPD RI)

JAKARTA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengapresiasi tercapainya target pemerintah membangun tiga kawasan industri halal (KIH). Ia berharap KIH bisa dimanfaatkan untuk menggaet pasar produk halal dunia.

Tiga KIH yang telah dibangun pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) adalah Modern Cikande Industrial Estate di Serang Banten, Safe n Lock Halal Industrial Park Sidoarjo di Jawa Timur, serta Bintan Inti Halal Hub di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Baca Juga:  Bertemu Gatot Nurmantyo, La Nyalla: Saya Ingin Satukan Semua Elemen Masyarakat

Senator Jawa Timur itu mengatakan, tiga KIH yang telah dibangun tersebut masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024.

“Belum 5 tahun, target operasional 3 kawasan industri halal sudah tercapai. Kita patut mengapresiasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), beserta Kementerian dan Lembaga terkait lainnya atas pencapaian ini,” tutur LaNyalla, Sabtu (8/5/2021).

Ditambahkan LaNyalla, total ada 6 KIH yang masuk dalam program pembangunan pemerintah. Tiga KIH lainnya adalah Kawasan Industri Batamindo di Batam Kepulauan Riau, Kawasan Industri Jakarta Pulogadung, dan Kawasan Industri Surya Borneo di Kalimantan Tengah.

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jatim itu meminta komitmen pemda terhadap pembangunan KIH. Pemda juga diharapkan menggandeng stakeholder terkait, termasuk MUI setempat.

“Sehingga saat kawasan industri halal ini beroperasi, pelaku usaha dan produk halal sudah siap. Kita harus bersama-sama mendukung pengoperasionalan KIH karena juga akan berdampak terhadap perekonomian daerah,” tuturnya.

LaNyalla pun menilai perlunya persiapan infrastruktur penunjang KIH sejak jauh hari. Mulai dari jalur distribusi, hingga akses jalan.

“Dengan berjalan beriringan, pelaku usaha tidak berjalan sendiri. Maka dari itu sinergi bersama pemerintah daerah sangat penting. Termasuk juga regulasi daerah jangan sampai menghambat perkembangan KIH,” kata LaNyalla.

Baca Juga:  Atasi Problem Sampah, Ketua DPD RI Minta Daerah Bangun PSEL

Alumnus Universitas Brawijaya Malang ini pun menyoroti mengenai sektor usaha yang dikembangkan dalam kawasan industri halal. Saat ini, sektor yang diprioritaskan masuk dalam produksi KIH adalah sektor makanan dan minuman, fashion, farmasi dan kosmetik.

“Saya harap sektor ini diperluas. Apalagi kita membidik pasar negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim. Perlu dipertimbangkan pengembangan sektor kerajinan. Indonesia kan dikenal dengan seni budayanya yang autentik, kita bisa manfaatkan itu,” sebutnya.

Salah satu bentuk kerajinan yang bisa dibuat lewat KIH, menurut LaNyalla, seperti pembuatan tasbih dari batu akik. Selain itu bisa juga dengan kayu, yang menjadi ciri khas Indonesia.

“Batu akik Indonesia itu terkenal sampai mancanegara. Ada batu bacan seperti yang diberikan kepada Barrack Obama, lalu ada kecubung dan lain sebagainya. Saya yakin jika kita membawa produk unik, produk-produk industri halal Indonesia akan mendunia,” tegasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini