Humor Gus Dur, dari Bandara Abdurrahman Wahid hingga Wartawan Kecele

Doddy Handoko , Okezone · Sabtu 08 Mei 2021 08:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 337 2407546 humor-gus-dur-dari-bandara-abdurrahman-wahid-hingga-wartawan-kecele-ObBK7RZELt.jpg Presiden ke-4 RI, Abdurahman Wahid (foto: istimewa)

JAKARTA - Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dikenal memiliki selera humor yang tinggi. Humor-humor Gus Dur cerdas namun bisa membuat yang membaca tertawa terpingkal-pingkal. Berikut cuplikan humor atau anekdot Gus Dur, yang diambil dari situs NU.online dan buku Kumpulan Humor Gus Dur.

Saat berkunjung ke Malang, Presiden Gus Dur bersama rombongan berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma. Gus Dur siap disambut oleh beberapa pasukan Banser di bandara tujuan.

Baca juga:  Humor Gus Dur: Anggota TNI AL Tak Bisa Berenang dan TNI AU Tak Bisa Terbang

Mereka pun berkoordinasi satu sama lain dengan menggunakan handy talky (HT). Ketika rombongan mulai mendekati bandara Abdurrahman Saleh, Malang, seorang komandan Banser meminta laporan kepada salah satu petugas di lapangan melalui HT.

“Halo, halo, roger, mohon laporannya segera, ganti!”

 Baca juga: Peristiwa 9 April: Gus Dur Tetapkan Tahun Baru Imlek Jadi Hari Libur Fakultatif

“Roger! Lapor komandan, rombongan Presiden Abdurrahman Saleh mulai mendarat di Bandara Abdurrahman Wahid!” katanya agak gugup.

Berikutnya, usai menghadiri Forum Konsolidasi Pemenangan Pilkada Langsung dan Pemilu 2009 di Pondok Pesantren Edi Mancoro, Semarang, Gus Dur didesak wartawan agar memberikan komentar terkait kemelut PKB pasca Muktamar II. “Bagaimana Gus tanggapannya?” desak wartawan.

Namun, Gus Dur yang sudah hapal kelakuan pers menjawab,

"Sudah tidak perlu saya tanggapi. Kalau saya ngomong, sama saja dengan menanggapi,” Gus Dur dengan lihai berkelit.

Dasar wartawan, mereka tak pernah patah semangat. Agar Gus Dur terpancing, mereka terus merangsek Ketua Dewan Syura PKB ini.

“Ayo Gus tanggapannya?” Akhirnya karena tak tahan, Gus Dur menyerah dan pernyataan pun terlontar.

“Memangnya ini tanggapan (pertunjukan –red). Tanggapan itu ludruk atau wayang," kata Gus Dur santai. Wartawan pun kecele.

Ada lagi humor lain, “Pejabat Indonesia ini narsis dan riya' (memperlihatkan ibadahnya kepada umum),” kata Gus Dur suatu ketika.

Dia lalu mengisahkan seorang istri pejabat Indonesia yang dijamu makan malam dalam sebuah kunjungan ke luar negeri.

Dalam kesempatan itu, kata Gus Dur, si nyonya pejabat ditawarkan makanan pembuka oleh seorang pramusaji, “You like salad, madame?”

“Oh sure, I like Salat five time a day. Shubuh, dzuhur, asyar, maghrib and isya,” jawab si Nyonya percaya diri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini