Mengintip Polisi Pengawal Asah Skill Berkendara

Irfan Ma'ruf, iNews · Sabtu 08 Mei 2021 03:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 337 2407493 mengintip-polisi-pengawal-asah-skill-berkendara-URFN9PSxg5.jpg Tangkapan layar media sosial

JAKARTA – Ratusan anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Polisi Lalu Lintas (Polantas) mengasah skill berkendara roda dua dan roda empat. Hal ini untuk membuat anggota PJR semakin baik lagi melakukan pengawalan saat bertugas.

(Baca juga: Kapasitas Tempat Wisata Jakarta Dibatasi 30 Persen saat Libur Lebaran)

Kanit II Walsus Subdit Wal Dan PJR Korlantas Polri, Ipda Max mengatakan, latihan dilakukan untuk meningkatkan penguasaan teknik kendaraan yang digunakan baik roda dua maupun roda empat.

Sebelum memberikan pelatihan praktik, pelatih akan memberikan materi. Para anggota diminta untuk menghafal obstacle yang telah dibuat oleh pelatih.

(Baca juga: Viral! Aldi Kelabui Polisi Agar Bisa Mudik, Begini Nasib Selanjutnya)

"Praktik diterapkan dalam beberapa obstacle yang harus dilalui tanpa melakukan kesalahan," kata Ipda Max Punuh dalam channel NTMC, Jumat (7/5/2021).

Setiap anggota PJR wajib mampu melintasi jalan sempit dan berhasil memutar balik kendaraan di lokasi sempit tersebut pada rintangan pertama.

Rintangan kedua selanjutnya adalah slalom atau zigzag dengan kecepatan di atas rata-rata. Terlihat anggota yang herlatih berkelok-kelok dengan kecepatan hebat.

"Latihan dilakukan agar anggota saat melakukan tugas dengan kecepatan namun menemukan halanagan dapat dilalui tanpa terjadi kecelakaan," jelasnya.

Rintangan ketiga adalah jalan sempit dengan medan yang sempit. Tidak hanya melaju ke depan, anggota juga harus mampu berjalan mundur.

Sedangkan rintangan keempat adalah obstacle zigzag namun dengan melaju mundur. Anggota harus mampu melaju mundur dengan rintangan kendaraan yang berada di belangnya. Hal itu dilakukan untuk memastikan anggota jika berada dalam kondisi tersebu saat bertugas.

Dan yang kelima melalui obstacle parkir rally. Hal itu dilakukan agar anggota dapat melakukan parkir yang dipastikan dengan situasi sebagian kanan, kiri, dan depan sekitar mobil.

Obstacle selanjutnya atau yang keenam, melalui perlintasan dengan medan sempit dan berliku. Kemudian anggota juga dilatih untuk dapat parallel.

Rintangan terakhir atau yang ketujuh adalah rintangan angka 8. “Anggota harus mampu berkelok dengan kecepatan yang tinggi," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini