WN Tiongkok yang Masuk Indonesia Akan Bekerja di Proyek Strategis Nasional

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Sabtu 08 Mei 2021 00:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 337 2407474 wn-tiongkok-yang-masuk-indonesia-akan-bekerja-di-proyek-strategis-nasional-96gSUof3tW.jpg ilustrasi: mnc portal

JAKARTA – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan kedatangan 85 warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta. Kedatangan mereka menjadi polemik disaat pemerintah melakukan larangan mudik bagi masyarakat.

(Baca juga: Dirjen Imigrasi Sebut 85 WN China Masuk Indonesia Bukan untuk Wisata, tapi...)

Kendati demikian, kedatangan puluhan WN Tiongkok tersebut sudah memenuhi aturan keimigrasian dan aturan perjalanan internasional pada masa pandemi Covid-19 di negara Indonesia.

”Sudah memenuhi aturan keimigrasian dan aturan perjalanan internasional,” kata Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Jhoni Ginting , Jumat (7/5/2021).

Jhoni menegaskan, petugas Imigrasi tidak akan memberikan izin masuk ke Indonesia jika para WNA tersebut tidak lulus pemeriksaan kesehatan oleh petugas.

Pemeriksaan kesehatan itu, kata Jhoni, dilakukan petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes) sesuai protokol kedatangan bagi pelaku perjalanan internasional.

“Setelah pemeriksaan kesehatan, petugas imigrasi juga akan memeriksa seluruh dokumen perjalanan dan dokumen keimigrasian setiap WNA yang akan masuk ke Indonesia,”imbuhnya.

Dia memastikan, saat ini masih berlaku aturan pelarangan masuk bagi WNA selama masa pandemi Covid-19. Kedatangan para WNA ke Indonesia hanya diizinkan untuk tujuan esensial seperti bekerja di proyek strategis nasional dan objek vital, penyatuan keluarga, bantuan medis dan kemanusiaan, serta kru alat angkut.

”Terkait kedatangan WNA ke Indonesia, kami sampaikan bahwa mereka yang datang telah memperoleh rekomendasi dari instansi terkait dan akan bekerja di proyek strategis nasional, bukan untuk tujuan wisata,”terangnya.

Saat ini, kata dia pelarangan masih berlaku untuk WNA yang ingin datang dengan tujuan wisata.

“Pemerintah juga telah menghentikan sementara pemberian bebas visa kunjungan serta Visa On Arrival (VOA) sejak awal Maret 2020 untuk mencegah lonjakan penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini