Tok! MA Batalkan SKB 3 Menteri Tentang Aturan Seragam Sekolah, Ini Alasannya

Neneng Zubaidah, Koran SI · Jum'at 07 Mei 2021 19:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 337 2407379 tok-ma-batalkan-skb-3-menteri-tentang-aturan-seragam-sekolah-ini-alasannya-GBBvTB94lb.jpeg Mahkamah Agung (MA). (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Tok! Mahkamah Agung (MA) membatalkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang seragam sekolah. SKB itu dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Putusan MA tersebut terkait perkara nomor 17 P/HUM/2021, diajukan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat.

LKAAM Sumbar menggugat SKB Nomor 2/KB/2021, Nomor 025-199 Tahun 2021, Nomor 219 Tahun 2021 tentang Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut bagi Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan Sekolah yang Diselenggarakan Pemda pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

Baca juga: MUI Minta SKB 3 Menteri soal Seragam Sekolah Direvisi agar Tak Gaduh

Gugatan dikabulkan karena SKB dianggap melanggar sejumlah pasal dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Juga bertentangan dengan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Atas keputusan itu, Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek Jumeri mengatakan, pihaknya menghormati putusan MA tersebut. 

"Kemendikbudristek menghormati putusan Mahkamah Agung dan saat ini tengah mempelajari putusan yang dimaksud serta berkoordinasi erat dengan Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri," kata Jumeri kepada MNC Portal, Jumat (7/5). 

Baca juga: Kebijakan Seragam dan Gaya Rambut Dianggap Rasis, Siswa Mogok Massal

Menurut mantan kepala dinas pendidikan Jawa Tengah ini, bagi Kemendikbudristek, upaya menumbuhkan dan menjaga semangat kebinekaan, toleransi, moderasi beragama, serta memberikan rasa aman dan nyaman warga pendidikan dalam mengekspresikan kepercayaan dan keyakinannya di dalam lingkungan sekolah negeri, merupakan hal mutlak yang harus diterapkan. 

"Kami juga mengucapkan terima kasih atas besarnya dukungan yang diberikan masyarakat," ungkap mantan Kepala SMKN Bawen ini. 

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini