Soal Tunggakan Insentif Relawan, Humas RSDC Wisma Atlet: Anggap Saja Nabung

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 07 Mei 2021 15:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 337 2407236 soal-tunggakan-insentif-relawan-humas-rsdc-wisma-atlet-anggap-saja-nabung-b1rj1lyGp4.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Humas Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Letnan Kolonel Laut dr. M Arifin memastikan, pihaknya telah menyampaikan kepada relawan tenaga kesehatan (nakes) di Wisma Atlet bahwa dalam pencairan insentif ada proses yang harus dilalui.

Sebelumnya, beredar surat edaran memaklumatkan Amanat Penderitaan Nakes RS Wisma Atlet meminta pemerintah agar membayarkan insentif bulan Desember 2020 hingga April 2021.

“Jadi kami bisa sangat memahami memang proses-proses berjalan. Kemudian rekan-rekan di sini juga mayoritas juga sudah kami beri pemahaman, relawan-relawan sudah kami berikan pemahaman bahwa memang berproses,” ungkap Arifin menanggapi hal ini dalam Konferensi Pers Insentif Tenaga Kesehatan RSDC secara virtual, Jumat (7/5/2021).

Baca juga:  Kemenkes: Rp57,97 Miliar Insentif Relawan Nakes di Wisma Atlet dalam Proses Pencairan

Arifin juga menyampaikan, bahwa dalam proses pencairan insentif juga tidak boleh ada kesalahan sedikitpun yang bisa mempengaruhi percepatan upload data.

“Dan saya juga sampaikan juga bahwa kendala-kendala yang terjadi proses upload ke KPPN itu menjadi salah satu kendala. Contohnya salah titik, salah koma, ataupun angka-angka yang juga akan mempengaruhi dari percepatan upload KPPN di input data,” kata Arifin.

Baca juga:  1.368 Pasien Covid-19 Jalani Rawat Inap di Wisma Atlet

Arifin pun mengatakan, bahwa insentif bagi sebanyak 2.090 nakes juga sudah masuk ke rekening masing-masing.

“Padahal sudah kami sering sampaikan di lapangan bahwa semua ini adalah proses yang memerlukan waktu. Dan yang sudah terealisasi juga 2.090 sudah masuk ke rekening masing-masing,” jelasnya.

“Dan insentif bulan Desember tunggakannya juga Insya Allah minggu ini juga akan segera cair, dan ini saya sampaikan ke teman-teman di lapangan yang tentunya memang ini dulu juga awal berdirinya Rumah Sakit Darurat ini, mulai Maret, April, Mei dan bahkan 2 bulan itu memang tidak ada insentif dan mereka tidak ada masalah,” kata Arifin.

Arifin pun menekankan, bahwa para nakes yang saat ini berada di RSDC Wisma Atlet pada awalnya adalah sukarelawan yang mengabdikan diri, bahkan tanpa insentif.

“Dan artinya memang kita tekankan bahwa mereka kesini inisiatif dan karena memang mereka sukarela untuk mengabdikan dirinya dalam jiwa kemanusiaan terutama dalam menangani pandemi. Dan mereka bisa memahami bulan Maret, April, Mei dan tidak ada masalah tidak ada insentif," tuturnya.

“Namun apresiasi dari pemerintah memberikan insentif keputusan dari Kementerian Keuangan itu kami sambut dengan gembira,” katanya.

Sehingga, kata Arifin, ketika terjadi keterlambatan pencairan, dia mengatakan kepada para nakes anggap saja menabung.

“Dalam proses memang kami sampaikan juga perubahan anggaran tahun mengalami keterlambatan sampaikan juga tetap semangat, tidak ada masalah. Saya juga memastikan mereka bahwa anggap saja kalian itu nabung. Jadi pasti akan saya sampaikan seperti itu,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini