Ditjen Pas Usul Pengguna Narkoba Tak Perlu Dipenjara, Tapi Direhabilitasi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 07 Mei 2021 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 337 2407175 ditjen-pas-usul-pengguna-narkoba-tak-perlu-dipenjara-tapi-direhabilitasi-UFhDn5baKX.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Sesditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Heni Yuwono mengusulkan agar para pengguna narkoba tidak dilakukan penahanan. Kata Heni, para pengguna narkoba tidak perlu ditahan, melainkan cukup direhabilitasi.

Hal itu diungkapkan Heni sebagai salah satu solusi untuk mengurangi beban kapasitas di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Sebab, lapas di Indonesia saat ini kelebihan muatan atau over kapasitas hingga 131 persen, dan yang terbanyak penghuninya adalah para pengguna narkoba.

"Bersinergi dengan Apgakum dan mendorong agar pengguna narkoba tidak ditahan maupun dipidana, melainkan direhabilitasi di panti rehab maupun RS ketergantungan obat," kata Heni kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (7/5/2021).

 Baca juga: Lapas Kelebihan Kapasitas hingga 131%, Terbanyak Narapidana Kasus Narkoba

Heni mengaku Ditjenpas Kemenkumham telah berkoordinasi dengan sejumlah Aparatur Penegak Hukum (Apgakum), agar para pengguna narkoba dilakukan rehabilitasi. Saat ini, kata Heni, program rehabilitasi tersebut sudah cukup berjalan perlahan walaupun belum optimal.

"Kita sudah bersinergi dan berkolaborasi, melakukan koordinasi dan komunikasi dalam forum mahkumjakpol di tingkat pusat, maupun dilkumjakpol di tingkat wilayah, dan progresnya juga sudah mulai kelihatan walaupun belum optimal, mudah-mudahan ke depan bisa lebih optimal," bebernya.

Baca juga:  Menko Polhukam Dorong Pembangunan Lapas Terintegrasi di Pasuruan

Selain melakukan rehabilitasi terhadap para pengguna narkoba, Ditjenpas Kemenkumham juga sedang membangun tiga lapas baru di Nusakambangan. Hal itu juga dilakukan agar juga mengurangi kelebihan muatan di sejumlah lapas Indonesia.

"Tahun 2021 di bangun lapas baru sejumlah 3 di Nusakambangan dengan kapasitas 1.500 penghuni. Meningkatkan kapasitas hunian dengan membangun blok hunian baru di beberapa lapas di wilayah Indonesia yang penghuninya sangat over," terang Heni.

"Serta mengoptimalkan, pembebasan bersyarat, asimilasi di rumah bagi warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif maupun substantif," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini