Lapas Kelebihan Kapasitas hingga 131%, Terbanyak Narapidana Kasus Narkoba

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 07 Mei 2021 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 337 2407159 lapas-kelebihan-kapasitas-hingga-131-terbanyak-narapidana-kasus-narkoba-OKSF4QZA2R.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia mengalami over kapasitas atau kelebihan muatan. Data yang diterima dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) per 6 Mei 2021, lapas di Indonesia mengalami kelebihan muatan hingga 131,077%.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Sesditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Heni Yuwono mengatakan, narapidana terbanyak yang memenuhi lapas yaitu, berkaitan dengan kasus narkoba. Ada 136.397 narapidana kasus narkoba yang tersebar di seluruh lapas.

"Benar, lapas rutan kita saat ini mengalami over kapasitas per tanggal 6 Mei 2021 mengalami over kapasitas 131,077 persen. Tindak yang banyak di lapas rutan kasus narkotika sejumlah 136.397 orang," kata Heni Yuwono saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Jumat (7/5/2021).

Baca juga:  Menko Polhukam Dorong Pembangunan Lapas Terintegrasi di Pasuruan

Berikut rincian beberapa lapas yang kelebihan muatan berdasarkan data dari Ditjenpas Kemenkumham :

1. Lapas Kelas II A Bagan Siapi-api, Riau : Jumlah tahanan 409, narapidana 592, total 1.001. Sedangkan kapasitas lapas hanya mampu menampung 98 napi dan tahanan. Sehingga, lapas kelebihan muatan 921 orang;

 Baca juga: Dihadapan Moeldoko, Komnas HAM Sebut Kekerasan di Ruang Tahanan Masih Marak Terjadi

2. Lapas Kelas II B Teluk Kuantan, Riau : Jumlah tahanan 83, narapidana 329, total 412. Sedangkan kapasitas lapas hanya mampu menampung 53 napi dan tahanan. Sehingga, lapas kelebihan muatan 677 orang;

3. Lapas Kelas II B Bireun, Aceh : Jumlah tahanan 82, narapidana 389, total 471. Sedangkan kapasitas lapas hanya mampu menampung 65 napi dan tahanan. Sehingga, lapas kelebihan muatan 625 orang;

4. Lapas Kelas II A Banjarmasin, Kalimantan Selatan : Jumlah tahanan 480, narapidana 2.020, total 2.500. Sedangkan kapasitas lapas hanya mampu menampung 366 napi dan tahanan. Sehingga, lapas kelebihan muatan 583 orang;

5. Lapas Kelas II B IDI, Aceh : Jumlah tahanan 94, narapidana 315, total 409. Sedangkan kapasitas lapas hanya mampu menampung 63 napi dan tahanan. Sehingga, lapas kelebihan muatan 549 orang;

6. Lapas Kelas II B Lhoksukon, Aceh : Jumlah tahanan 95, narapidana 348, total 443. Sedangkan kapasitas lapas hanya mampu menampung 70 napi dan tahanan. Sehingga, lapas kelebihan muatan 533 orang;

7. Lapas Kelas II A Balikpapan, Kalimantan Timur : Jumlah tahanan 8, narapidana 1.436 total 1.444. Sedangkan kapasitas lapas hanya mampu menampung 235 napi dan tahanan. Sehingga, lapas kelebihan muatan 514 orang;

8. Lapas Kelas II B Kutacane, Aceh : Jumlah tahanan 189, narapidana 268, total 457. Sedangkan kapasitas lapas hanya mampu menampung 75 napi dan tahanan. Sehingga, lapas kelebihan muatan 509 orang;

9. Lapas Kelas II B Tebing Tinggi Deli, Sumatera Utara : Jumlah tahanan 400, narapidana 1.439, total 1.839. Sedangkan kapasitas lapas hanya mampu menampung 310 napi dan tahanan. Sehingga, lapas kelebihan muatan 493 orang.

Heni Yuwono menuturkan, pihaknya telah berupaya mencari cara untuk mengurangi kelebihan kapasitas di sejumlah lapas. Beberapa diantaranya yakni, dengan membangun tiga lapas baru di Nusakambangan serta membangun blok hunian baru di lapas yang kelebihan muatan.

"Tahun 2021 di bangun lapas baru sejumlah 3 di Nusakambangan dengan kapasitas 1.500 penghuni. Meningkatkan kapasitas hunian dengan membangun blok hunian baru di beberapa lapas di wilayah Indonesia yang penghuninya sangat over," beber Heni.

"Mengoptimalkan, pembebasan bersyarat, asimilasi di rumah bagi warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif maupun substantif," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini