Soal Larangan Mudik, Doni Monardo: Negara Melindungi Segenap Bangsa & Tumpah Darah

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 07 Mei 2021 09:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 337 2407009 soal-larangan-mudik-doni-monardo-negara-melindungi-segenap-bangsa-tumpah-darah-lSv5dG8jAn.jpg Doni Monardo (Foto : BNPB)

JAKARTA - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo menegaskan bahwa larangan mudik Lebaran 2021 dilakukan untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

Menurut dia, aktivitas mudik berpotensi menimbulkan lonjakan kasus karena mobilitas warga yang memicu terjadinya penularan saat kembali ke kampung halaman. Doni berharap, masyarakat bisa memahami kebijakan yang diambil pemerintah.

"Jadi mohon maaf yang punya niat mudik tidak bisa terlaksana pada tahun ini. Mohon bersabar, karena ini keputusan politik negara dan ini juga tidak mudah. Tetapi ini berdasarkan data yang dikumpulkan setahun terakhir dan kita mengacu kepada bagaimana upaya bangsa kita melindungi masyarakatnya,” kata Doni, Jumat (7/5/2021).

Kebijakan pelarangan mudik merupakan keputusan politik negara yang diambil Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjamin keselamatan warga sebagai hukum tertinggi. "Solus Populi Suprema Lex, Keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi,” jelas Doni.

Baca juga: Satgas Tegaskan Kegiatan Mudik dalam Bentuk Apapun Dilarang, Termasuk di Wilayah Aglomerasi

Mantan Danjen Kopassus itu menyampaikan bahwa apa yang telah diputuskan pemerintah merupakan cerminan dan implementasi dari apa yang tertuang dalam pembukaan Undang-Undang 1945, bahwa negara wajib untuk memberikan perlindungan kepada warga negara.

"Negara melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia,” kata Doni.

Baca juga: Pemerintah Resmi Larang Mudik Lokal, Termasuk di Solo Raya

Di sisi lain, aturan itu juga mengacu berdasarkan apa yang telah menjadi perintah agama, bahwa suatu hal yang hukumnya sunnah dapat menjadi nomor dua dan kewajiban menjadi prioritas yang harus dijalankan.

Adapun maksud tersebut, dalam masa pandemi seperti sekarang ini, bentuk silaturahmi secara fisik termasuk hal yang disunnahkan dan menjaga kesehatan serta keselamatan merupakan kewajiban yang harus diutamakan.

"Hukum agama, kita harus ikuti dan memahami bahwa yang sunnah ini harus dinomor duakan. Silaturahmi itu sunnah tetapi menjaga kesehatan menjaga keselamatan adalah wajib,” jelas Doni.

Doni menambahkan bahwa tugas utama yang harus dilakukan saat ini adalah saling memberikan nasehat dan literasi yang baik agar masyarakat dapat lebih bersabar.

"Tugas kita adalah saling menasehati agar kita semua bersabar. Jangan sampai ada yang tertekan,” kata Doni.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini