Survei Litbang Kemenag: 94,18% Warga Akan Sholat Ied dengan Penerapan Prokes di Zona Hijau Longgar

Widya Michella, MNC Media · Jum'at 07 Mei 2021 09:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 337 2406993 survei-litbang-kemenag-94-18-warga-akan-sholat-ied-dengan-penerapan-prokes-di-zona-hijau-longgar-6QnlSvaCS4.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Kemenag melakukan survei tentang Dinamika Umat Islam Menjalani Ramadhan 1442 H/2021 M secara online pada 26-30 April 2021.

Hasilnya, sebanyak 94,18% responden mengaku akan melaksanakan Sholat Ied di masjid atau lapangan saat Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Kemudian, sebanyak 97,09% responden menyebut pandemi Covid-19 tidak menghalangi mayoritas responden untuk berpuasa.

"Sementara 62,59% responden memilih Sholat Tarawih di rumah," kata Peneliti Madya Puslitbang Kemenag Akmal Salim, Jumat (7/5/2021).

Dia memaparkan, hasil survei menggambarkan secara umum responden berupaya mematuhi prokes dan ketentuan yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama No SE.04/2021.

Sedangkan ntuk pelaksanaan Sholat Jumat, sebanyak 88,6% responden laki-laki saat ke masjid umumnya menaati prokes. Khusus responden laki-laki, 93,93% akan melaksanakan Sholat Jumat di masjid dengan prokes. Lalu, 4,02% responden mengganti Sholat Jumatnya dengan Dzuhur, dan 0,08% mengikuti Jumatan secara online.

Baca juga: Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Idul Fitri 1442 H pada 11 Mei 2021

"Hasil survei juga menggambarkan bahwa mayoritas responden (92,64%) berzakat dengan menitipkan pada BAZNAS/LAZ, dan 91,28% setuju jika ZIS didgunakan untuk masyarakat terdampak pandemi," ujar Akmal.

Baca juga: Satgas Sebut Kemenag Ujung Tombak Guna Menekan Kasus Covid-19

Ia melanjutkan, Puslitbang Kemenag mendapatkan hasil hanya 18,63% responden yang berencana akan mudik, dengan 85,54% lainnya mengaku akan bersilaturahmi secara virtual.

Menurut dia, jika dibandingkan dengan temuan 3 survei sebelumnya, ada tren responden lebih sering beribadah bersama-sama di rumah ibadah kendati tetap mematuhi prokes dan menjauhi kerumunan.

Dari hasil analisis hasil survei tersebut diketahui semakin muda usia responden, semakin abai prokes 5M. Selain itu, penerapan prokes semakin longgar pada responden di zona hijau.

Puslitbang Kemenag merekomendasikan Surat Edaran Kemenag perlu lebih massif disosialisasikan dengan penyuluh agama Islam mengawal pelaksanaannya.

Kedua, masjid-masjid perlu difasilitasi perangkat prokesnya seperti thermogun dan disinfektasi, terutama masjid di ruang publik atau masjid transit.

Ketiga, pengurus masjid agar mengangkat petugas khusus untuk mengawal penerapan prokes di rumah ibadahnya. Keempat, lanjut Akmal, ormas Islam secara sinergis diharapkan membantu sosialisasi dan pelaksanaan kebijakan penanganan Covid-19.

Baca juga: Wamenag: Tidak Mudik Upaya Menjaga Jiwa, Sesuai Perintah Agama

Terakhir, umat perlu terus diingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan di manapun. Dalam konteks ini, saat beribadah bersama di masjid.

"Singkat kata, kalau tidak bisa taati prokes, ibadat di rumah saja! Itu aman bagi Anda dan orang di lain di masa pandemi Covid-19 ini,” ucap dia.

Baca juga: Arab Saudi Diharapkan Bersedia Menerima Jamaah Haji Indonesia Tahun Ini

Adapun survei ini dilakukan dengan menggunakan accidental sampling (non-inferensial). Survei menjaring 2.012 responden yang tersebar di 34 provinsi dengan komposisi muslim Indonesia sebanyak 48% responden berusia 26-55 tahun dan 34% usia 40-55 tahun.

Puslibang Kemenag juga melibatkan 56% responden laki-laki, umumnya berpendidikan baik dan telah bekerja. Sebanyak 50,65% mengaku bagian atau dekat dengan ormas NU, 18,64% Muhammadiyah, 5,37% ormas lainnya, dan 25,35% mengaku tak berormas. Sebanyak 23,76% responden adalah pengurus masjid, dan lainnya warga biasa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini