Kisah Pangeran Diponegoro dengan Keris Kiai Ageng Bondoyudo yang Ikut Dikubur di Makassar

Doddy Handoko , Okezone · Jum'at 07 Mei 2021 06:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 337 2406949 kisah-pangeran-diponegoro-dengan-keris-kiai-ageng-bondoyudo-yang-ikut-dikubur-di-makassar-ezsfI0KRIt.jpg Pangeran Diponegoro.(Foto:Dok Okezone)

Tiga benda pusaka penting itu adalah Kiai Sarutomo (cundrik), Kiai Barutubo (lembing), dan Kiai Abijoyo (keris).

"Keris itu dibawa Pangeran ke Batavia158 dan tetap menjadi miliknya selama pengasingan di Sulawesi, sebelum akhirnya ikut dikuburkan bersama dia di pemakamannya di Kampung Melayu, Makassar ,"ungkap Carey.

Terdapat setsa arang Diponegoro karya A.J. Bik. Ia tampak mengenakan pakaian “ulama” yang ia pakai selama Perang Jawa, yang terdiri dari sorban, baju koko (baju katun) tanpa kerah, dan jubah.

Sehelai selempang tersampir di bahu kanan, dan keris pusakanya, Kanjeng Kiai Ageng Bondoyudo (Sripaduka Petarung Tanpa Senjata) terselip pada ikat pinggang yang terbuat dari bahan sutera berbunga-bunga.

Pipinya yang agak cekung itu, yang menonjolkan tulang pipinya yang tinggi, merupakan akibat serangan malaria yang ia derita sejak berkelana di hutan-hutan Bagelen dan Banyumas pada masa akhir perang.

Ia juga punya tombak bernama Kiai Rondan,. Diponegoro percaya bahwa tombak keramat ini memberinya isyarat akan timbulnya kesulitan dan bahaya. Hilangnya benda itu sangat berpengaruh terhadap dirinya dan ia menganggapnya sebagai suatu tanda dari Yang Mahakuasa bahwa ia telah dikhianati oleh tiga orang panglimanya (basah) di Mataram.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini