Peristiwa 7 Mei: Nazi Jerman Menyerah Tanpa Syarat & Perjanjian Roem-Royen

Fahmi Firdaus , Okezone · Jum'at 07 Mei 2021 04:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 337 2406920 peristiwa-7-mei-nazi-jerman-menyerah-tanpa-syarat-perjanjian-roem-royen-cGoYzPRzm1.jpg ilustrasi: wikipedia

JAKARTA – Sejumlah peristiwa terjadi pada tanggal 7 Mei baik di luar negeri maupun dalam negeri. Salah satunya menyerahnya Nazi Jerman tanpa syarat kepada Sekut. Untuk mengingatnya kembali, Okezone merangkum beragam peristiwa itu, sebagaimana dikutip dari laman Wikipedia, Kamis (7/5/2021).

(Baca juga: Duh! Puluhan Narapidana dan Petugas Lapas Batu Sangkar Terpapar Covid-19)

1945 - Jerman menyerah ke Sekutu

Tepat pada 7 Mei 1945, Jerman menyerah melawan sekutu pada Perang Dunia II di Eropa. Penyerahan diri tersebut sekaligus mengakhiri PD II di Eropa.

(Baca juga: Akal Bulus Pemudik Kelabui Petugas, Simpan Motor Dalam Bus hingga Tempeli Stiker)

Penyerahan diri Jerman ditandai dengan penandatanganan instrumen perjanjian di Karlshorst, Berlin, antara perwakilan pasukan Jerman d‎engan pasukan ekspedisi sekutu dengan Komado Tinggi Tentara Merah, serta tambahan perwakilan Prancis dan Amerika Serikat.

Prosesi penandatanganan tersebut dimulai sejak 7 Mei di Reims. Kemudian pada 8 Mei, dikenal sebagai Hari Kemenangan Eropa. Sementara di negara-negara bekas Soviet, Hari Kemenangan dirayakan pada 9 Mei.

1949 - Penandatanganan Perjanjian Roem-Royen

Perjanjian Roem-Royen adalah sebuah perjanjian antara Indonesia dengan Belanda yang dimulai pada tanggal 14 April 1949 dan akhirnya ditandatangani pada tanggal 7 Mei 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta.

Namanya diambil dari kedua pemimpin delegasi, Mohammad Roem dan Herman van Roijen. Maksud pertemuan ini adalah untuk menyelesaikan beberapa masalah mengenai kemerdekaan Indonesia sebelum Konferensi Meja Bundar di Den Haag pada tahun yang sama.

Perjanjian ini sangat alot sehingga memerlukan kehadiran Bung Hatta dari pengasingan di Bangka, juga Sri Sultan Hamengkubuwono IX dari Yogyakarta untuk mempertegas sikap Sri Sultan HB IX terhadap Pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta, di mana Sultan HamengkuBuwono IX mengatakan “Jogjakarta is de Republiek Indonesie” (Yogyakarta adalah Republik Indonesia)

1992 - Pesawat ulang-alik Endeavour diluncurkan

Sebuah pesawat ulang-alik Endeavour milik armada NASA (badan luar angkasa Amerika Serikat) diluncurkan. Endeavour merupakan pesawat luar angkasa kelima dan yang terakhir dibuat oleh NASA.

Setelah sekira 19 tahu‎n beroperasi, pesawat ulang-alik Endeavour akhirnya menyelesaikan penerbangannya pada 1 Juni 2011. Endeavour mendarat di Keneddy Space Center dan selanjutnya dihibahkan ke California Science Center di Los Angeles.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini