MUI Imbau Warga Silaturahmi denggan Video Call saat Idul Fitri

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 06 Mei 2021 22:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 337 2406861 mui-imbau-warga-silaturahmi-denggan-video-call-saat-idul-fitri-YYXVGyxuDc.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Taushiyah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442H di masa pandemi Covid-19. Dalam Tausiyah tersebut masyarakat yang berada di zona merah diimbau untuk melakukan silaturahmi melalui video call.

Taushiyah ditandatangani Ketua Umum MU KH Miftachul Akhyar dan Sekretaris Jenderal H. Amirsyah Tambunan dengan Nomor: Kep-880/DP-MUI/V/2021 yang dikeluarkan tertanggal 3 Mei 2021 atau 21 Ramadhan 1442 H. Dalam Taushiyah tersebut, MUI meminta masyarakat yang wilayahnya berstatus zona merah untuk melakukan silaturahmi virtual.

"Melakukan silaturrahim lebaran melalui sarana virtual, mulai dari phone call hingga video call bagi warga area yang tingkat potensi resiko penyebaran virus Covid-19 telah ditetapkan oleh satgas Covid-19 setempat sebagai zona merah," kutip Tausyiah MUI seperti yang dikutip pada laman resmi MUI, Kamis (6/5/2021).

MUI juga mengimbau keada masyarakat yang berada di zona merah untuk tidak melakukan ibadah shalat Idul Fitri di masjid maupun di lapangan.

"Daerah yang memiliki potensi resiko tinggi penyebaran virus Covid-19 dan daerah rawan yang belum terkendali lainnya, sebagaimana telah ditetapkan oleh satgas Covid-19 setempat, dianjurkan untuk shalat Idul Fitri di rumah," jelasnya.

MUI dalam Taushiyah tersebut mengajak umat Islam yang setelah menjalani serangkaian ibadah selama bulan Ramadhan dapat menyerahkan zakat, infaq, sedekah kepada kaum dhuafa, fakir-miskin dan anak yatim-piatu terdampak Covid-19.

Jika dinilai tidak dapat memberikan langsung kepada Kaum dhuafa, fakir-miskin dan anak yatim piatu dapat meneyrahkan melalui lembaga yang resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat lainnya.

"Apabila hal itu tidak dapat dilakukan dapat disampaikan langsung kepada para mustahiq, dengan perencanaan yang baik dan benar, dikoordinasikan dengan aparat keamanan terkait, supaya tidak menimbulkan dampak negatif yang tidak diinginkan," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini