CCTV Canggih Disiapkan untuk Tangkap Pembakar Hutan

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 06 Mei 2021 17:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 337 2406734 cctv-canggih-disiapkan-untuk-tangkap-pembakar-hutan-gMSPkfQxcH.jpg Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kamera pengawas atau CCTV bakal disediakan oleh lembaga negara, terkait untuk upaya pencegahan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di beberapa wilayah Indonesia.

Hal itu disepakati dalam penandatanganan peraturan Kementerian Lingkungan Didup dan Kehutanan, Polri, Kejaksaan Agung tentang penegakan hukum terpadu tindak pidana kebakaran hutan dan lahan, di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (6/5/2021).

"Contohnya kami memasang CCTV yang ada radius, jarak zoom, kami bisa liat pembakar hutan yang tidak tertangkap tangan. Kami bisa melihat siapa pelakunya di sana jadi bisa ngezoom, bisa berputar 360 derajat. Ada beberapa titik yang kami komunikasikan dengan telkom, dari instansi lain," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono.

Baca juga:   BMKG Deteksi 9 Titik Panas di Sumut

Argo menjelaskan, hal itu juga membahas soal penurunan titik api dan luas lahan terbakar sebesar 18 persen diantara tahun 2019 hingga 2020.

"Intinya ada dua kegiatan yaitu pencegahan dan penegakan hukum. Pencegahan, kami kolaborasi koordinasi dengan beberapa kementerian dan perusahaan itu sendiri," ujar Argo.

Menurut Argo, pemasangan kamera pengawas canggih itu merupakan bagian dari upaya pencegahan. Selain itu, ada juga posko terpadu, patroli rutin dan proses edukasi kepada masyarakat.

Baca juga:  8 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Karhutla Riau

"Teknologi yang kita gunakan untuk mempermudah karena kami lihat bahwa hutan luas sekali areanya sehingga kami harus menggunakan teknologi yang kami punya. Kami laksanakan sehingga nanti untuk mengetahui titik api pakai teknologi," ucap Argo.

Dengan terdeteksinya titik api, kata Argo, nantinya juga disiapkan embung atau tempat penampungan air hujan. Sehingga, pencegahan Karhutla dapat berjalan maksimal.

"Nanti kami juga tahu musim penghujan dan musim kemarau. Musim penghujan kami sosialisasi, kemudian musim kemarau ini lah yang kami jaga jangan sampai ada kebakaran hutan lagi," tutup Argo.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini