Tindak Warga yang Nekat Mudik, Puan: Petugas Harus Sopan, Santun, tapi Tegas!

Kiswondari, Sindonews · Rabu 05 Mei 2021 22:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 337 2406285 tindak-warga-yang-nekat-mudik-puan-petugas-harus-sopan-santun-tapi-tegas-0zNKGkehqi.jpg Ketua DPR RI Puan Maharani (Foto: Okezone/Harits Tryan)

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri rapat koordinasi kesiapan Posko Pengendalian Transportasi pada masa Idul Fitri 1442 H pada Rabu (5/5/2021) siang ini. Dalam rakor tersebut, Puan meminta petugas di lapangan bekerja tegas tapi humanis saat menghadapi warga yang nekat mudik di masa pelarangan mudik lebaran tahun ini.

“Situasi dan dinamika di lapangan kita berhadapan dengan orang yang ngotot mau pulang. Bagaimana menerapkan di lapangan, tetap disiplin dan humanis, bisa menguatkan keengganan masyarakat untuk mudik,” kata Puan di Mapolresta Cirebon yang dikutip lewat keterangan pers, Rabu (5/5/2021).

Baca Juga:  H-1 Larangan Mudik, Ribuan Pemudik Motor Padati Jalan Kalimalang Malam Ini

Adapun Rakor yang digelar di Mapolresta Cirebon itu dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono beserta jajaran. Kemudian, politikus PDIP ini juga meminta koordinasi yang baik dari semua pihak untuk menghasilkan persepsi yang sama dalam pelaksanaan kebijakan larangan mudik lebaran.

Mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu menuturkan bahwa pihaknya akan terus mengawasi pelaksanaan aturan pelarangan mudik tahun ini.

“Petugas di lapangan harus fleksibel. Misalnya kalau ada rombongan 50 orang pengendara motor yang solidaritasnya tinggi bagaimana? Itu pentingnya memberi pemahaman,” ujarnya.

“Harus sopan, santun, tapi tegas. Di H-1, H-2 Lebaran, semuanya mau ketemu keluarga. Jadi perlu sinergi dan gotong royong dalam rentang waktu peniadaan mudik,” pesan Puan.

Rakor itu diawali dengan paparan dari Kakorlantas Polri Irjen Istiono tentang kesiapan Polri dalam pelarangan mudik Lebaran 2021. Korlantas Polri akan membangun 381 titik penyekatan, dan 158 titik penyekatan di antaranya adalah di Jawa Barat, sebagai bukti serius meniadakan mudik Lebaran tahun ini.

Baca Juga:  KRL Jabodetabek Hanya Beroperasi hingga Pukul 20.00 WIB saat Larangan Mudik

Berdasarkan data Korlantas, perkiraan pemudik dari Jabodetabek dan Banten menuju Jawa dan Sumatra mencapai 3 juta orang. Dari jumlah perkiraan tersebut, pemudik paling banyak menuju Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur, yang didominasi pengendara mobil pribadi (34,5%). Operasi Ketupat dilakukan untuk peniadaan mudik akan dilakukan pada 6-17 Mei 2021, dengan titik penyekatan dari Lampung sampai Denpasar.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono juga mengapresiasi pengawasan yang dilakukan Puan Maharani. Pengawasan, perhatian, dan masukan dari DPR RI sangat diperlukan demi kesuksesan pelaksanaan pelarangan mudik dan penambah semangat aparat yang bertugas di lapangan.

“Terima kasih ke Bu Puan secara langsung memantau Jawa Barat. Ini memotivasi kita dalam bertugas. Terima kasih untuk masukan dan arahan, terutama tentang santun dan tegas dalam pelarangan mudik,” ungkap Istiono.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini