Terungkap! Juliari Batubara Sewa Jet Pribadi Pakai Dana Hibah Sumbangan Masyarakat

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 05 Mei 2021 18:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 337 2406180 terungkap-juliari-batubara-sewa-jet-pribadi-pakai-dana-hibah-sumbangan-masyarakat-5LacTuI0MD.jpg Sidang kasus korupsi Bansos Covid-19 (Foto : Okezone.com/Arie)

JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial (Kemensos) Hartono Laras mengungkap asal-muasal uang yang digunakan mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara untuk menyewa pesawat jet pribadi, dalam berbagai kunjungan kerja. Uang itu, menurut Hartono, berasal dari dana hibah.

Hal itu diungkap Hartono saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap terkait pengadaan Bantuan Sosial (Bansos) untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek. Ia bersaksi untuk terdakwa Juliari Peter Batubara.

Awalnya, Hartono mengungkap bahwa Juliari kerap melakukan kunjungan kerja menggunakan pesawat jet carteran. Juliari disebut menggunakan pesawat jet carteran untuk kunker ke beberapa daerah, di antaranya Medan, Natuna, hingga Luwu Utara.

Baca juga: Terbukti Suap Eks Mensos Juliari Batubara, Konsultan Hukum Divonis 4 Tahun Penjara

"Untuk sumber pembiayaan carter pesawat, untuk daerah-daerah tertentu, yang terkait dengan lokasi bencana, dan pulau-pulau kecil, pesisir tertinggal, perbatasan antarnegara, itu dimungkinkan dari sumber biaya hibah dalam negeri," kata Hartono di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (5/5/2021).

Hakim Ketua Muhammad Damis yang memimpin jalannya persidangan, mempertanyakan maksud sumber dana hibah tersebut. Menurut Hartono, hibah itu berasal dari sumbangan masyarakat terkait undian gratis berhadiah yang dikelola Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos.

Baca juga: Hadir di Sidang Juliari, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi : Sama-Sama Pembalap

Hartono mengklaim hibah tersebut diatur berdasarkan Peraturan Menteri Sosial No. 8 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Hasil Pengumpulan Sumbangan Masyarakat dari Penyelenggaraan Undian Gratis Berhadiah dalam Bentuk Uang dan diawasi oleh BPK maupun BPKP.

"Itu sumber pemberi hibahnya adalah sumbangan masyarakat, yang dikelola oleh Kementerian Sosial, Direkorat Jenderal Pemberdayaan Sosial," beber Hartono.

Kesaksian Hartono tersebut berbeda dengan dakwaan yang disusun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di mana, dalam dakwaannya, jaksa meyakini bahwa biaya pesawat carter yang digunakan Juliari berasal dari fee para vendor penyedia bansos sembako.

Namun, jaksa hanya menyebut pembayaran sewa pesawat (private jet) yang dilakukan Juliari saat kunjungan kerja ke Lampung, Denpasar, dan Semarang. Untuk Lampung dan Denpasar, biaya yang keluarkan sebesar Rp270 juta.

Sekadar informasi, Juliari Peter Batubara didakwa menerima suap sebesar Rp32.482.000.000 (Rp32 miliar) dari para pengusaha yang menggarap proyek pengadaan Bansos untuk penanganan Covid-19.

Puluhan miliar uang dugaan suap untuk Juliari Batubara itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos Covid-19. Diantaranya yakni, PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama.

Uang sebesar Rp32 miliar itu diduga diterima Juliari Batubara melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso. Adapun, rincian uang yang diterima Juliari melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko yakni, berasal dari Konsultan Hukum, Harry Van Sidabukke, senilai Rp1,28 miliar.

Kemudian, dari Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja, sejumlah Rp1,95 miliar. Lantas, sebesar Rp29 miliar berasal dari para pengusaha penyedia barang lainnya.

Atas perbuatannya, Juliari didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini