Polri: Jika Perjalanan Non Mudik Positif Covid-19, Wajib Isolasi Mandiri

Carlos Roy Fajarta, · Rabu 05 Mei 2021 15:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 337 2406063 polri-jika-perjalanan-non-mudik-positif-covid-19-wajib-isolasi-mandiri-dC0QVKHh6o.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Kakorlantas Polri, Irjen Istiono menyebutkan bagi masyarakat yang melaksanakan perjalanan non mudik, dan tidak memiliki dokumen negatif swab antigen Covid-19 harus mengikuti swab antigen gratis di posko penyekatan.

Dikatakan Istiono, apabila hasil pemeriksaan swab antigen Covid-19 gratis yang dilakukan di posko mudik positif, maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR di pos medis terdekat.

 Baca juga: Pengawasan Kepulangan Pekerja Migran ke Indonesia Diperketat

Apabila hasilnya kembali positif, maka pelaku perjalanan non mudik harus menjalani isolasi mandiri atau perawatan di RS terdekat yang ada di Posko Penyekatan Larangan Mudik 6-17 Mei 2021

"Kalau ada kendaraan yang kucing-kucingan tetap melakukan mudik, dan tidak termasuk dalam pengecualian perjalanan non mudik akan kita putar balikkan kendaraannya. Apabila ada kepentingan khusus misalkan orang tuanya sakit itu ada surat dari Lurah atau Kepala Desa, dan dia harus membawa hasil swab. Kalau belum swab nanti ada swab gratis serta pembagian masker di posko titik penyekatan," ujar Istiono saat doorstop dengan awak media usai pelaksanaan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Jaya 2021 pada Rabu (5/5/2021) pagi di Mapolda Metro Jaya.

 Baca juga: 158 Pos Penyekatan Tersebar di Jabar, Ridwan Kamil Sepakat Mudik Lokal Dilarang

Istiono juga menyebutkan, apabila segala bentuk pelanggaran lalu lintas selama Operasi Ketupat Jaya 2021 dan Larangan Mudik pada 6-17 Mei 2021 tetap akan ditilang seperti biasa.

"Kalau hasil swab nya positif Covid-19, maka harus diisolasi mandiri atau dibawa ke RS untuk tindakan medis lebih lanjut. Disetiap pos penyekatan berada dekat dengan RS yang sudah kita siapkan untuk menampung masyarakat yang terjaring dan positif dalam pemeriksaan di Penyekatan arus mudik. Penyekatan ini untuk keluar dan masuk, kita lihat tingkat kepentingan orang tersebut dalam melakukan perjalanan. Pelanggaran lalu lintas pada Operasi Ketupat Jaya 2021 akan tetap kita lakukan penilangan," tambah Istiono.

Sebagaimana diketahui, Operasi Ketupat Jaya 2021 berlangsung 12 hari pada 6-17 Mei 2021 atau bersamaan dengan larangan mudik oleh pemerintah pusat pada 6-17 Mei 2021.

Dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat Jaya 2021 pada 5 Mei 2021 pagi, Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono yang membacakan sambutan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan bahwa angka kasus Covid-19 pada saat ini mengalami trend kenaikan sebesar 2,03%.

Pada Idul Fitri 2020 silam juga disebutkan bahwa ada kenaikan kasus sebesar 93%. Dengan adanya larangan mudik 2021, pemerintah telah mengurangi perjalanan mudik Idul Fitri 2021 dari 81 juta orang menjadi tersisa 7% atau sekitar 17,5 juta orang.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini