381 Pos Penyekatan Mulai Aktif Malam Nanti, Nekat Mudik Siap-Siap Dicegat!

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 05 Mei 2021 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 337 2405923 381-pos-penyekatan-mulai-aktif-malam-nanti-nekat-mudik-siap-siap-dicegat-aGjM0gEZGY.jpg Kabaharkam Polri, Komjen Arief Sulistyanto. (Foto: Tangkapan layar)

JAKARTA - Polri bakal memulai Operasi Ketupat 2021 malam nanti pukul 24.00 WIB. Sebanyak 381 pos penyekatan beroperasi untuk mencegat masyarakat yang masih nekat melakukan mudik pada tanggal 6-17 Mei 2021.

Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Arief Sulistyanto mengungkapkan, 381 posko penyekatan resmi beroperasi pada malam nanti.

"Ada 381 titik penyekatan dan itu sudah mulai aktif mulai 24.00 nanti malam," kata Arief dalam sebuah diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9, yang disiarkan melalui YouTube, Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: Catat! SIKM Hanya Berlaku untuk Keperluan Tertentu, Apa Saja?

Titik penyekatan itu akan tersebar dari wilayah Sumatera Selatan hingga Bali. Adapun rincian titik yang disiapkan di masing-masing provinsi ialah, Polda Sumsel (10 titik), Polda Lampung (9 titik), Polda Banten (16 titik), Polda Metro Jaya (14 titik).

Kemudian, Polda Jawa Barat (158 titik), Polda Jawa Tengah (85 titik), Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (10 titik), Polda Jawa Timur (74 titik), dan Polda Bali (5 titik).

Arief menuturkan, masyarakat tak perlu nekat untuk kucing-kucingan dengan aparat kepolisian yang bertugas, terutama dengan mencari jalur-jalur alternatif. Dia memastikan, setiap gerakan pemudik akan terdeteksi dan dapat disekat.

Baca juga: H-1 Larangan Mudik Lebaran, Ribuan Penumpang Padati Bandara Soetta

"Diharapkan masyarakat tidak kucing-kucingan, karena akan merugikan diri sendiri. Seluruh jalur yang ada bisa saja dia melalui jalur tikus, tapi jalur tikus itu tidak akan mungkin sampai ke lubang bawah tanah kan," ucap Arief.

Oleh sebab itu, Polri meminta agar masyarakat berdiam diri di rumah dan mengikuti kebijakan larangan mudik yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Dia memastikan bahwa hal tersebut merupakan pilihan terbaik selama masa pandemi Covid-19..

"Supaya ini betul-betul bisa menjaga kita semuanya," ujar Arief.

Pemerintah sendiri telah resmi melarang mudik Lebaran selama 12 hari terhitung sejak 6-17 Mei 2021. Hal itu dilakukan sebagai langkah pencegahan penularan virus Covid-19.

Polisi mengerahkan 155.000 personel gabungan yang akan melakukan penyekatan kendaraan selama masa larangan mudik. Selain pos penyekatan, Polri juga menyiapkan 1.536 pos pengamanan untuk mengantisipasi terkait gangguan Kamtibmas dan Kamtibselcarlantas

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini