Pakar Forensik Sebut Nina Aprilliana Pengirim Sate Sianida Masuk Pembunuhan Berencana

Ari Sandita Murti, Sindonews · Rabu 05 Mei 2021 08:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 337 2405788 pakar-forensik-sebut-nina-aprilliana-pengirim-sate-sianida-masuk-pembunuhan-berencana-plzhVIwck5.jpg Nani Apriani tersangka pemberi sate beracun ditangkap polisi.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel mengatakan, perilaku pengirim takjil sate bersianida, Nina Aprilliana alias NA yang membuat anak pengemudi ojol meninggal dunia termasuk perilaku pembunuhan berencana, sebagaimana pada pasal 340 KUHP.

"Perencanaan dalam pasal 340 KUHP ditinjau berdasarkan langkah demi langkah bagi perilaku membunuhnya, bukan pada siapa yang rencananya akan di bunuh dan siapa yang kemudian terbunuh. Namun, bagaimana pembunuhannya, aksinya dirancang oleh si pelaku," ujarnya pada wartawan, Selasa (4/5/2021).

Menurutnya, dari sisi modus, NA membeli racun, membubuhkannya ke dalam sate,. lalu menyewa jasa ojol untuk mengantarkan sate itu. Meskipun sate itu dimakam orang lain, tetap saja rangkaian perilaku N itu rangkaian perilaku pembunuhan berencana.

Baca Juga: Terungkap, Nani Aprilliani Pelaku Sate Bersianida Ternyata Istri Sirri Tomi

Sedangkan terkait apakah N bakal dikenai hukuman maksimal berupa hukuman mati atau seumur hidup meski yang tewas itu bukanlah pihak yang N targetkan saat kasusnya itu disidangkan di pengadilan nanti, Reza menjelaskan, semua itu ditentukan berdasarkan mensrea atau niat jahat si N.

"Ada 4 level mensrea, yakni intention atau berniatan atau bertujuan, lalu knowlesge atau pemgetahuan, lalu recklessness, serta negligence," tuturnya.

Baca Juga: Sosok R Pemberi Ide Takjil Beracun, Nyata atau Hanya Ilusi Nani Apriliani?

Dari sisi modus, ungkapnya, perbuatan N itu pembunuhan berencana, tapi mensreanya atau niat jahatnya N tak bermaksud membunuh si anak dan juga tak tahu dia membunuh anak itu, itulah yang juga disebut recklessness.

Recklessness adalah niat membunuhnya ada, perilaku membunuhnya ada, tapi sate sianida instrumen kejahatannya ternyata berpindah tempat jauh dari sasaran sesungguhnya sehingga memakan korban jiwa, itulah recklessness pada mensrea atau niat jahat N.

"Mensrea akan menjadi faktor penting yang dipertimbangkan hakim dalam menentukan berat ringannya bagi si N dan karena level mensreanya "cuma recklessness", maka andaikan N divonis bersalah karena melakukan pembunuhan berencana, boleh jadi hukumannya tak akan 20 tahun, tak akan seumur hidup, apalagi tak akan hukuman mati," katanya.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini