Ingatkan Prokes di Sektor Industri, Jokowi: Jangan Ditawar-tawar

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 04 Mei 2021 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 337 2405350 ingatkan-prokes-di-sektor-industri-jokowi-jangan-ditawar-tawar-0zkStpzsnV.jpg Presiden Jokowi (Foto: Biro Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pemerintah ajan memulihkan ekonomi dan mereformasi struktural dalam rencana kerja pada tahun depan. Salah satu langkah memulihkan ekonomi dengan mendorong sektor industri agar segera bangkit.

Meski demikian, Kepala Negara menegaskan sektor industri harus tetap memerhatikan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

"Kita harus juga mendorong agar industri mulai bangkit, para pekerja mulai bekerja, domestik supply side harus ditingkatkan, tapi semua dilakukan dengan prokes ketat, ketat, jangan ditawar-tawar mengenai ini," kata Jokowi saat membuka Musrenbang 2021 Kementerian Bappenas, Selasa (4/5/2021).

Menurut Jokowi, fondasi awal pemulihan ekonomi adalah pengendalian Covid-19. Karena itulah sektor-sektor yang sudah beroperasi harus memerhatikan prokes secara ketat.

Baca juga: Bicara Ekonomi Hijau, Jokowi: Indonesia Adalah Negara Terkaya

Pada kesempatan yang sama, Jokowi kembali mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) untuk segera mencairkan APBD-nya yang masih mengendap di bank. Jumlahnya tak main-main, yakni Rp182 triliun. Pencairan dana tersebut akan mengerek pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Rp182 Triliun APBD Mengendap di Bank, Jokowi: Segera Dibelanjakan!

"Kemarin ssaya sudah ingatkan di akhir Maret 2021, di perbankan masih ada uang APBD provinsi, kabupaten, kota, Rp182 triliun, yang seharusnya itu segera dibelanjakan untuk memperbesar sisi permintaan, sisi konsumsi," tuturnya.

Di sisi lain, reformasi struktural secara besar-besaran harus dilakukan, apalagi saat ini Undang-undang Cipta Kerja sudah disahkan. Jokowi ingin kementerian/lembaga dan Pemda sinergis dalam melaksanakan dan memanfaatkan reformasi struktural ini.

"Harus kita rencanakan sejak sekarang bahwa nilai tambah di sektor industri harus ditingkatkan, ketahanan pangan harus meningkat dan pemulihan sektor pariwisata harus berjalan dengan baik. Kita juga harus memperoleh manfaat dari perkembangan dunia yang mengarah pada green economy, ini hati-hati, ini ke depan mengenai green economy, kita juga harus menyadari bahwa kita adalah salah satu paru-paru terbesar dunia, dan kita bisa memperoleh manfaat besar dari hutan tropis, hutan mangrove yang kita miliki," tutup Jokowi. (fkh)

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini