Waspada! Corona Varian Inggris, India dan Afsel Sudah Menyebar di Indonesia

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 04 Mei 2021 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 337 2405332 waspada-corona-varian-inggris-india-dan-afsel-sudah-menyebar-di-indonesia-Bd6QvOv6Vz.jpg Sebaran varian corona Inggris, India dan Afsel di Indonesia (Foto : Kemenkes)

JAKARTA - Juru bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi melaporkan saat ini varian Covid-19 B117 dari Inggris, varian B1351 dari Afrika Selatan, dan varian B1617 dari India telah menyebar di sebagian wilayah Indonesia.

“Saat ini Pemerintah mewaspadai terkait penambahan-penambahan (kasus Covid-19) baik itu kasus (varian) B117, B1351, dan B1617 yang memang sudah masuk Indonesia” ungkap Nadia dalam Keterangan Pers Update Whole Genome Sequencing, Selasa (4/5/2021).

Nadia mengatakan bahwa kasus Covid-19 dari tiga varian ini sudah ada di beberapa wilayah Indonesia. “Situasinya kondisi-kondisi ini di Jakarta ada 1 kasus, di Banten 1 kasus, di Jawa Barat ada 5, kemudian kita lihat di Kaltim ada 1, di Bali itu ada 2, di Jawa Timur ada 1 kasus, di Sumut ada 2 kasus, di Sumsel ada 1 kasus,” paparnya.

Nadia mengatakan penemuan varian baru di Indonesia ini setelah dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS). “Terkait mutasi atau varian baru, jadi di Indonesia ini kita terus melakukan menguji dan melakukan penelitian pada 786 laboratorium yang tentunya ini adalah laboratorium pemeriksa Covid-19,” tuturnya.

“Selain itu tentunya surveilans SARS-Cov-2 ini juga terus ditingkatkan guna mengetahui karakteristik SARS-Cov-2 terhadap kesehatan, serta tentunya upaya-upaya untuk melakukan pencegahan melalui pelacakan kasus dalam rangka penanggulangan Covid-19,” kata Nadia.

Baca Juga : Covid-19 Varian B1617 Terdeteksi di Indonesia dari Whole Genome Sequencing

Nadia mengatakan saat ini yang berhasil dilakukan WGS sebanyak 1.228 spesimen. “Kalau dibandingkan di akhir Desember itu kurang lebih hanya 140 spesimen, yang saat ini sudah sampai dengan angka 1.228 spesimen yang kita lakukan pemeriksaan genome sequencingnya,” ujarnya

“Sekali lagi terjadi peningkatan yang cukup signifikan dari akhir sampai Desember sampai dengan akhir April ini dari 140 menjadi 1.228. Kemudian kita tahu bahwa jumlah akumulasi 1.228. tentunya melalui genome sequencing ini,” imbuhnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini