Sekjen KPK : Hasil Tes Wawasan Kebangsaan Masih Tersegel

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 04 Mei 2021 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 337 2405288 sekjen-kpk-hasil-tes-wawasan-kebangsaan-masih-tersegel-8USJ5ke0Bs.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Cahya H Harefa memastikan bahwa hasil asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) masih tersegel dan tersimpan rapi di Gedung Merah Putih KPK. Ditekankan Cahya, hasil tes asesmen itu belum ada yang membuka.

"Saat ini, hasil penilaian asesmen TWK tersebut masih tersegel dan disimpan aman di gedung Merah Putih KPK dan akan diumumkan dalam waktu dekat sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan KPK," kata Cahya melalui keterangan resminya, Selasa (4/5/2021).

Cahya menjelaskan, secara kelembagaan, KPK tunduk pada peraturan yang mewajibkan pengalihan status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019. Salah satu persyaratan pengalihan status itu, yakni tes wawasan kebangsaan.

"Bahwa pengalihan pegawai KPK menjadi ASN merupakan amanat UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," bebernya.

Hasil asesmen tes wawasan kebangsaan para pegawai KPK yang bakal beralih status menjadi ASN diterima Cahya dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana pada Selasa, 27 April 2021. Penyerahan hasil asesmen itu disaksikan oleh Menpan RB, Tjahjo Kumolo dan Ketua KPK, Firli Bahuri.

Baca Juga : Isu Pemecatan Pegawai KPK Jika Tak Lolos Tes ASN, Ghufron : Belum Ada Keputusan

"Hasil tersebut itu merupakan penilaian dari 1.349 pegawai KPK yang telah mengikuti asesmen tes yang merupakan syarat pengalihan Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi ASN sebagaimana diatur melalui Peraturan Komisi Nomor 1 Tahun 2021 Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengalihan Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara," ungkapnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini