Sebelum Meninggal Dunia KH Zainuddin MZ Sudah Tentukan Lokasi Makam

Doddy Handoko , Okezone · Selasa 04 Mei 2021 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 337 2405158 kh-zainudin-mz-sebelum-meninggal-dunia-telah-tentukan-lokasi-makam-zqeIRIcvLC.jpg Makam KH Zainuddin MZ (Foto: Doddy Handoko)

JAKARTA - Nama KH Zainuddin Muhammad Zein atau yang akrap disapa KH Zainudin MZ wafat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta karena serangan jantung pada Selasa 5 Juli 2011 lalu. Kiai sejuta umat itu meninggal dunia dalam usia 60 tahun setelah lahir sebagai anak tunggal, buah cinta pasangan Turmudzi dan Zainabun dari keluarga Betawi asli di Jakarta.

Ternyata KH Zaenudin MZ sebelum meninggal telah menentukan lokasi makamnya yakni di belakang masjid. Anak tertuanta, Fikri Haikal Zaenudin, menceritakan bahwa sebelum meninggal, almarhum ayahnya sering berbicara tentang lokasi makamnya.

“Ayah pernah berpesan kepada ibu, Hj Kholilah, kalau meninggal, mau dimakamkan di samping masjid Fajrul Islam, yang terletak di depan rumah,” ujarnya ketika di temui di rumah KH.Zaenudin di kawasan Gandaria, Jaksel, Selasa (5/4/2021).

Pesan itu tak cuma pada keluarga, tapi juga disampaikan kepada teman-temannya. Ketika jalan-jalan keliling masjid, secara berseloroh ulama kondang itu kerap menyampaikan keinginannya untuk dimakamkan di lokasi.

”Tanah ini akan dibebaskan untuk menara masjid. Tempat “ane” nanti di sono belakang masjid,“ ucap Fikri menirukan ucapan ayahnya.

Meski telah lama membicarakan lokasi pemakaman, tapi KH Zaenudin MZ pada hari-hari terakhir tidak memberikan isyarat apapun akan meninggalkan keluarganya untuk selama-lamanya.

“Sehari sebelum Ayah meninggal, tidak ada tanda-tanda apapun. Bahkan beberapa jam sebelumnya juga masih segar bugar,” tandas Fikri.

Sebab itu, Fikri merasa bagai disambar petir ketika mengetahui ayahnya jatuh pingsan dan meninggal dalam perjalanan ke RS Pertamina Pusat, Jakarta.

Dia menceritakan sebelum meninggal dunia, Zainuddin MZ tiba-tiba jatuh pingsan usai Sholat Subuh saat hendak sarapan. Karena sakit, Dai Sejuta Umat itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina dan masuk ruang UGD. Kemudian, dokter memberitahu kalau Zainuddin MZ sudah meninggal sekira pukul 09.20 WIB.

“Ini baru pertama kalinya bapak jatuh pingsan, keluarga tidak tahu bapak ada jantung, kita juga tidak sempat mengobrol banyak dengan dokter,” katanya.

Diakui Fikri, sejak beberapa minggu lalu, KH Zainuddin memang kelelahan. Salah satu penyebabnya jadwal ceramahnya padat, maklum selama bulan rajab KH Zaenudin kerap mengisi ceramah di banyak tempat.

Bahkan terakhir kali, KH Zainudin MZ rencananya akan mengisi pengajian di Blitar, Jawa Timur. Namun digantikan olehnya.

Baca juga: Ujian Dunia, Tanda Kasih Sayang Allah Ta'ala kepada Hambanya

KH Zainuddin MZ berpesan kepada anak-anaknya agar menjadi orang yang berguna bagi masyarakat. Dia selalu menginginkan agar anaknya bisa bermanfaat untuk orang lain, sudah 40 tahun KH Zainuddin MZ menghabiskan waktu untuk orang lain dan mengabdi untuk orang banyak.

Fikri mengatakan, belakangan banyak orang bertanya soal nama belakang KH Zainuddin MZ. Bahkan ada yang menilai huruf MZ adalah kepanjangan Muhammad Zein. “Tetapi nama itu tidak benar, karena MZ adalah singkatan dari nama orangtua beliau yakni Turmuzi, kalau di Betawi dipanggil Mizi. Nah kalau nama Z, Zainabun. Jadi disambung jadi MZ,” katanya.

Baca juga: Para Ulama Hadiri 1.000 Hari Mengenang KH. Zainuddin MZ

Diterangkannya bahwa nama asli KH Zainuddin MZ adalah Zainuddin Hamidi. Di akta kelahiran, nama beliau Zainuddin Hamidi dan nama MZ dari beliau sekolah sudah dipakai.

KH Zainudin sangat bangga terhadap orangtuanya yang memakai nama kakek dan neneknya di akhir namannya. Bukti kecintaan beliau terhadap orangtua, pengambilan nama MZ (Mizi dan Zainabun) sebagai penghormatan beliau terhadap orangtua.

Ia menambahkan bahwa sebelum meninggal dunia, KH Zaenudin bercita-cita mendirikan pesantren di sekitar masjid yang dibangunnya tersebut. Pasalnya, meski dikenal sebagai ulama besar KH Zainudin belum sempat mendirikan pesantren. Bukan hanya itu, sebelum meninggal KH Zainudin telah membuat desain pesantren yang kelak akan dibangun.

Bahkan, dia sempat memberikan pesan agar dalam membangun pesantren tidak mudah menyerah. “Ayah mempunyai perpustakaan pribadi yang mengkoleksi ratusan kitab kuning serta buku-buku agama. Beliau banyak menghabiskan waktu di sini, banyak membuat konsep yang dipersiapkan untuk ceramah,” katanya.

Maklum, ia termasuk orang yang cinta pendidikan. Sejak SD sampai SMA, Zaenudin dihabiskan untuk belajar agama di pendidikan Darul Maarif Jakarta yang didirikan oleh Idham Chalid, tokoh NU sekaligus pendiri PPP.

Kedekatannya dengan Idham chalid itulah yang membawa KH Zainudin masuk dalam ranah politik praktis. “Ayah sangat cinta agama, jadi ceramahnya bersumber dari agama. Dan retorika sangat kuat seperti Soekarno,”katanya.

Zainudin juga dikenal dengan umatnya. Kedekatan KH Zainudin dengan umatnya tampaknya dibuktikan dengan makamnya yang berada disamping Masjid Fajrul Islam. Tujuannya agar dia bisa lebih dekat dan masyarakat bisa menziarahi Zainudin.

KH Zainuddin MZ memiliki prinsip yang kuat. Bahkan, semasa hidupnya, dirinya pernah membongkar masjid Fajrul Islam yang terletak di depan rumahnya. Menurutnya, arah kiblat masjid tersebut dianggapnya menyimpang. Masjid Fajrul Islam pernah dibongkar karena kiblatnya dianggap keliru sekitar sepuluh tahun yang lalu.

“Ayah memutuskan untuk merubuhkan Masjid Fajrul Islam dan bermaksud mengganti arah kiblat masjidnya ke arah yang benar,” paparnya.

Ada satu hal lagi yang ingin diwujudkan KH Zainuddin MZ semasa hidup, yakni membeli helikopter. Dengan helikopter tersebut diakui Lutfi adalah untuk memudahkan dirinya berdakwah di daerah terpencil.

Dia ingin sekali membeli helikopter supaya dakwahnya bisa kemana-mana dan tidak lagi menolak undangan untuk berdakwah di daerah pedalaman. “Jadi, kemana pun ke pelosok tanah air bisa pergi,” ungkapnya.

Selain itu, Zainuddin MZ dikenal dengan orang yang suka membaca buku. Usai subuh, KH Zainuddin MZ kerap langsung masuk ke dalam perpustakaannya, ada ratusan kitab yang berada dalam perpustakaannya. Di mana saja selalu membaca buku, baik di rumah maupun di mobil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini