6 Fakta Takjil Beracun Sianida Nani Apriliani, Motif Asmara hingga Ancaman Hukuman Mati

Tim Okezone, Okezone · Senin 03 Mei 2021 19:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 337 2404992 6-fakta-takjil-beracun-sianida-nani-apriliani-motif-asmara-hingga-ancaman-hukuman-mati-bmcWGfCIPT.jpg Nani Aprilia. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Kasus sate beracun di Bantul, Yogyakarta akhirnya menemui titik terang. Polisi berhasil menangkap perempuan pengirim takjil yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (9), warga Salakan, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Jumat 30 April 2021. Korban adalah anak driver ojek online (ojol) yang saat itu bertugas mengantarkan kiriman makanan tersebut.

1. Kronologi Kasus

Peristiwa itu berawal pada 25 April sekitar pukul 15.30 WIB di wilayah Gayam Mandala Krida, Yogyakarta. Seorang pengemudi ojol didatangi perempuan tidak dikenal dan meminta bantuan mengirimkan dua dos makanan, satu berisi satai ayam, satu berisi snak.

Ketika meminta dikirimkan ini yang bersangkutan mengatakan tidak punya aplikasi 'online', sehingga minta dengan cara 'offline' ke alamat tertentu di daerah Kecamatan Kasihan, Bantul, dengan mengatakan bahwa makanan tersebut berasal dari Pak Hamid di Pakualaman.

Setelah terjadi kesepakatan, makanan di antar ke tempat tujuan, namun karena yang ada di rumah tujuan tersebut merasa tidak memesan makanan, maka ditolak untuk diterima, dan oleh tukang ojol karena makanan ditolak dibawa pulang ke rumahnya.

Baca juga: Detik-detik Nani Apriliani Ditangkap, Wanita Cantik Pemberi Takjil Maut Bersianida

Sampai di rumah, makanan sebagian disantap oleh istrinya dan ada yang dimakan anaknya yang besar dan kecil. Salah satu anak bernama Naba langsung keracunan dan meninggal seketika.

2. Identitas Pelaku

Saat jumpa awak media di Mapolres Bantul, pelaku bernama Nani Apriliani. Pelaku berambut panjang lurus yang dikuncir. Wajahnya ditutupi masker.

Kasatreskrim Polres Bantul AKP Ngadu mengatakan, pelaku berprofesi sebagai salah satu karyawan salon kecantikan. Perempuan 25 tahun ini berhasil ditangkap di Kalurahan Srimulyo, Piyungan.

“Setelah diperiksa akhirnya dia mengakui perbuatannya. Awalnya ingin memberi pelajaran pada Tomi seorang anggota polisi yang dicintainya meskipun sudah beristri," terangnya kepada wartawan di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021).

Baca juga: Ini Wajah Nani Apriliani, Perempuan Cantik Pengirim Takjil Sianida ke Aiptu Tomi

3. Kesal Ditinggal Nikah

Aksi nekat ini dilakukan lantaran kecewa dengan pacarnya, Aiptu Tomi, penyidik senior di Mapolresta Yogyakarta yang memilih nikah dengan perempuan lain.

Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkan Rudi Satria mengatakan, kepada petugas Nani mengaku sakit hati lantaran ditinggal nikah oleh pria yang dicintainya.

"Jadi motifnya asmara, kecewa ditinggal To, sang pacar yang memilih nikah dengan perempuan lain,” ujarnya di Mapolres Bantul, Senin.

4. Beli Racun Sianida via Online

Lantaran sakit hati, Nani kemudian bercerita kisahnya kepada sahabatnya. Kemudian muncul ide untuk meracuni pujaan hatinya tersebut.

"Akhirnya dipilih bumbu sate yang diberikan KCN atau kalium sianida yang dibeli melalui toko online," ujar Kombes Burkan.

Untuk menghilangkan jejak, akhirnya disarankan temannya menggunakan ojek online, namun tanpa aplikasi. Kemudian pelaku mengirimkan paket tersebut melalui Bandiman yang sedang berada di Masjid Jalan Gayam Yogyakarta.

Namun sayang rencana Na gagal total lantaran paket ditolak penerima. justru anak ojol yang menjadi korban karena paket takjil beracun tersebut dibawa pulang dan menyebabkan anak kedua Bandiman Naba Faiz Prasetyo meninggal dunia.

5. Tertangkap Berdasarkan CCTV dan Saksi

Kombes Burkan Rudi Satria mengatakan, di awal penyelidikan pihaknya langsung meminta keterangan sejumlah saksi. Selain itu, pihaknya juga mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Keterangan saksi-saksi tersebut mengerucut pada pegawai salon kecantikan di wilayah Potorono, Banguntapan, Bantul . Kemudian pada Jumat (30/4/2021), pelaku berhasil ditangkap.

6. Terancam Hukuman Mati

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 340 KUHP Sub Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76c Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Barang siapa yang sengaja dengan rencana terlebih dahulu yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, kemudian pertanggungjawabannya dengan hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini