Bantu Evakuasi KRI Nanggala-402, Kapal Angkatan Laut China Tiba di Perairan Bali

Riezky Maulana, iNews · Senin 03 Mei 2021 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 337 2404967 bantu-evakuasi-kri-nanggala-402-kapal-angkatan-laut-china-tiba-di-perairan-bali-zh6Fpd6M0O.jpg Foto: istimewa

JAKARTA - Dua unit kapal milik Angkatan Laut (AL) China People Liberation Army Navy telah tiba di Perairan Bali, Minggu 2 Mei 2021. Kapal-kapal tersebut akan melaksanakan evakuasi kapal selam KRI Nanggala-402 yang mengalami musibah saat melaksanakan latihan penembakan torpedo SUT pada 21 April lalu.

Adapun dua kapal yang sudah tiba yaitu PRC Navy Ship Ocean Tug Nantuo-195 dan PRC Navy Ocean Salvage & Rescue Yong Xing Dao-863. Keduanya disambut oleh KRI Layang-635 dengan ucapan selamat datang dan terima kasih atas bantuannya melalui alat komunikasi.

"Dukungan PLA Navy kepada Indonesia ini berawal tawaran Duta Besar China untuk Indonesia kepada Menteri Pertahanan berkaitan bantuan kemanusiaan pihak China dalam penanganan KRI Nanggala-402 berupa kapal salvage," tulis Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) dalam keterangannya, Senin (3/5/2021).

Baca juga: Ramai-ramai Patungan Beli Kapal Selam, Rakyat Indonesia Pernah Menyumbang Pesawat

Spesifikasi kapal-kapal salvage tersebut yakni Ocean Salvage and Rescue Yongxingdao-863 memiliki panjang 156 meter, lebar 21 meter dan tinggi 7,5 meter. Kapal ini memiliki robot, sonar, side scane sereta boat rescue.

Baca juga: Doa dan Sholat Ghaib dari Blitar untuk Awak KRI Nanggala 402

Di samping itu itu, Ocean Tug Nantuo-195 memiliki panjang 119 meter, lebar 16 meter dan tinggi 6,5 meter. Kapal-kapal salvage AL China ini memiliki kemampuan untuk melaksanakan evakuasi sampai dengan kedalaman 4.500 meter.

Selain bantuan dari pemerintah China, TNI AL berencana mengangkat badan KRI Nanggala-402 beserta ABK yang gugur ini bekerja sama dengan SKK Migas yang akan mengoperasikan kapal Timas 1201 dengan pesifikasinya yaitu panjang 162,3 meter, lebar 37,8 meter dan tinggi 16,1 meter. Kapal ini juga menggunakan crane berkapasitas 1.200 MT yang cocok untuk instalasi platform konvensional.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini