Khatib Aam PBNU Luruskan Kesalahan Penuding Pancasila Thogut

Rakhmatulloh, Sindonews · Senin 03 Mei 2021 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 337 2404944 khatib-aam-pbnu-luruskan-kesalahan-penuding-pancasila-thogut-bBbeGsM8fz.jpg Khatib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Foto: PBNU)

Maka itulah, Kiai Yahya Staquf menekankan jika ingin Islam hadir secara membumi di dalam peradaban baru, maka orang Indonesia harus berbicara Pancasila. Ditegaskannya, Pancasila adalah terjemahan yang terbaik tentang bagaimana Islam dibumikan ke dalam peradaban tata dunia baru yang lebih mulia.

Dalam paparannya Kakak Kandung dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu juga menyentuh isu kerap digulirkan di publik tentang Pancasila vs Islam. Seperti sejarah penghapusan tujuh kata dalam sila pertama pada Piagam Jakarta.

Menurutnya, ada yang menganggapnya sebagai produk sebuah proses negosiasi, yang memang mungkin terjadi. Namun, dirinya pribadi lebih percaya bahwa hal itu merupakan wujud sebuah visi.

"Keyakinan saya, ada visi mendasar dalam hal ini. Karena kalau kita sudah berbicara Pancasila, ngapain masih bicara syariat? Pancasila bilang Ketuhanan Yang Maha Esa, lha itu semua sudah otomatis itu syariat kenapa diperdebatkan lagi? Sehingga tujuh kata ini hakikatnya tidak diperlukan," bebernya.

"Bangsa ini visioner dan modern menempatkan warganya setara di mata hukum sehingga tidak boleh satu pun di dalam dokumen fundamental seperti Pancasila ini seolah memberi kesan perbedaan satu kelompok dengan yang lain. Umat Hindu ya menjalankan syariat Hindu, umat Buddha juga dengan syariat Buddha, umat Islam ya syariat Islam. Kan sudah jelas itu saya rasa," jelasnya.

Baginya, ada potensi besar Pancasila sebagai solusi atas masalah dunia. Sebab, jika melihat realitas global saat ini, mengerucut kepada satu peradaban tunggal, batas fisik dan non fisik menjadi tidak relevan, dan potensi konflik semakin mengeras.

"Marilah kita melihat ke seluruh dunia ini, tidak ada tawaran yang lebih baik bagi solusi peradaban kita ini selain Pancasila,” tuturnya.

Untuk diketahui, Badan Kebudayaan Nasional Pusat PDI Perjuangan hadir setiap hari pada bulan Ramadhan untuk sahur di subuh, dan menjelang berbuka di pukul 17.00 WIB. Dapat diikuti melalui kanal Youtube: BKNP PDI Perjuangan, Instagram: BKNPusat dan Facebook: Badan Kebudayaan Nasional Pusat.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini