Menjadi Peneliti Indonesia Sejati

Opini, Okezone · Senin 03 Mei 2021 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 337 2404935 menjadi-peneliti-indonesia-sejati-EOilfJkFer.jpeg Mukti Arja Berlian. (Foto: Dok Pribadi)

"KEJUJURAN dan keterbukaan selalu menjadi dasar dari dialog yang berwawasan."(Anonym)

“Orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal: Kepercayaan, cinta, dan rasa hormat."(Anonym)

Jati diri Bangsa Indonesia sudah sangat dikenal oleh bangsa lain. Jati diri itu berakar dari Kebudayaan Nenek Moyang Kita sejak jaman dahulu. Jati diri itu memiliki prinsip ideologi kebangsaan yang eksklusif, Jujur, berkebudayaan tinggi, memiliki tata krama, sopan santun, toleransi, gotong royong, semangat juang, dan Nasionalisme yang tinggi.

Bangsa Indonesia telah banyak melahirkan orang-orang pintar dan cerdas. Karena kepintaran dan kecerdasannya mereka bisa menjadi seorang pemimpin, pengusaha, seorang profesional dst nya.

Akan Tetapi apabila kecerdasan yang dimiliki tidak disertai dengan karakter yang baik, semua pasti akan menjadi bumerang buat diri nya sendiri maupun orang lain.

Seorang yang tidak berkarakter akan bertindak sesuai dengan yang diinginkan tanpa memikirkan rakyat sekitarnya. Orang yang tidak berkarakter akan bertingkah seolah-olah dialah yang paling benar, yang paling hebat. Hal ini akan berdampak ke orang lain.

Orang yang jujur dan berkarakter yang seharusnya merupakan salah satu budaya yang ada di Indonesia. Dan ini harus tetap di pertahankan sampai kapanpun.

Jujur merupakan sebuah sifat yang membutuhkan kesesuaian sikap antara perkataan yang diucapkan dan perbuatan yang dilakukan oleh seseorang. Artinya, seseorang dapat dikatakan jujur jika ia mengucapkan sesuatu yang sesuai dengan sebenarnya, disertai tindakan yang seharusnya.

Sikap jujur sangat diperlukan untuk membangun diri menjadi seorang yang kredibel dan memiliki integritas. Seorang profesional dibidang nya harus mampu bersikap jujur.

Berdasar dari kejujuran ini di hubungkan dengan seorang peneliti sangatlah besar dampaknya.

Seseorang yang menanamkan sifat jujur akan mendapatkan manfaat baik dalam hidupnya. Antara lain perasaan tenang, terbiasa bertanggungjawab, dijauhkan dari perilaku melanggar norma, dan dapat dipercaya orang lain.

Seorang yang ber profesi sebagai peneliti dalam pengertian luas dapat merujuk pada setiap orang yang melakukan aktivitas menggunakan sistem tertentu dalam memperoleh pengetahuan atau individu yang melakukan sejumlah praktik-praktik di mana secara tradisional dapat dikaitkan dengan kegiatan pendidikan, pemikiran, atau filosofis.

Untuk itu salah satu sikap seorang peneliti harus mempunyai sikap ilmiah yang artinya memiliki kemampuan untuk membedakan fakta dan opini, memiliki sikap berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan dalam ber argumentasi, memiliki kemampuan untuk mengembangkan rasa ingin tahu, memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. 

Seorang peneliti harus berpegang tegung pada kejujuran. Hal ini karena akan berpengaruh terhadap hasil risetnya.

Peneliti atau kerap disebut dengan scientist adalah sebutan bagi seseorang yang tugas utamanya melakukan penelitian dan/atau pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Seorang peneliti harus dapat memisahkan perasaan pribadi dan fakta, Sehingga tidak akan terpengaruh dengan suatu kondisi apapun.

Sikap jujur sangat diperlukan untuk membangun diri menjadi seorang yang kredibel dan memiliki integritas. Seorang profesional dibidang nya harus mampu bersikap jujur. Contohnya saja seorang pejabat daerah harus jujur dan amanah agar tujuan pembangunan di daerah tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Jujur merupakan suatu sikap atau karakter dimana apa yang dikatakan harus sesuai dengan perbuatan.

Secara umum pengertian jujur (honest) adalah aspek budi pekerti dan akhlak yang berbudi luhur sehingga seseorang yang memiliki karakter tersebut harus memiliki integritas, kejujuran, keadilan, ketulusan, kesetiaan, dan kepercayaan orang lain.

Dan Untuk menghasilkan penelitian yang baik, seorang peneliti harus bekerja sesuai dengan data yang diperoleh di lapangan dan tidak memasukkan perasaan pribadi yang sifatnya subjektif.

Seorang peneliti harus menyampaikan hasil-hasil penelitian berdasarkan data yang ada guna mendapatkan hasil penelitian yang baik. Penelitian tersebut harus sesuai dengan fakta yang diperoleh. Fakta dan kejujuran yang diperoleh dalam penelitian didapatkan dari penelitian mendalam sehingga mendapatkan data-data yang aktual.

Pentingnya penelitian bagi kehidupan manusia yakni untuk menambah wawasan serta ilmu pengetahuan mengenai objek yang diteliti dan suatu cara yang efektif untuk memecahkan permasalahan agar lebih akurat dan dapat dibuktikan kebenarannya. Penelitian biasanya diawali dengan adanya masalah, permasalahan dan fenomena.

Seorang peneliti harus mempunyai pola pikir skeptis, berpikir analisis, berpikir kritis, jujur dan kreatif sehingga dasar ini akan menjadi peneliti yang mempunyai karakter yang dapat menjadi contoh.

Untuk itu ada beberapa persyaratan untuk menjadi seorang Peneliti yang pertama adalah kompetensi dalam bidangnya yang artinya mempunyai keahlian di bidang yang ditekuni. Kedua Objektif, seorang peneliti harus mempertimbangkan objektifitas dalam penelitian, sebab kalau terjadi ketidakobjektifan dalam melakukan penelitian dapat mengakibatkan hasil penelitian tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

Sikap ketiga adalah Jujur. sikap kejujuran merupakan suatu yang mutlak yang harus dimiliki oleh seorang peneliti, karena ketidakjujuran dalam hal apapun bisa menghilangkan kepercayaan terhadap hasil penelitian, yang ke empat yaitu Faktual, Maksudnya penelitian yang dilakukan benar-benar menceritakan kondisi yang ada saat ini sehingga hasilnya bisa dijadikan sebuah rujukan didalam pengambil keputusan, Dan yang terakhir atau yang ke lima adalah Independen, artinya penelitian yang independen akan memberikan keleluasaan bagi peneliti di dalam melakukan penelitian, guna untuk menghasilkan atau benar-benar mencerminkan fakta-fakta yang sebenarnya.Dan tidak ada campur tangan politik apapun, atau bahkan untuk mencari popularitas semata. 

Sesuai standar International juga peraturan Badan POM di Indonesia untuk registrasi obat atau vaksin, maka protokol penelitian harus mendapatkan persetujuan etik dari site penelitian yang akan dituju. 

Melihat dari regulasi atau aturan atau prinsip dalam penelitian, seorang peneliti harus dan tanpa kecuali harus wajib mengikuti yang sudah ditetapkan.

BPOM dalam hal ini bertugas menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang pengawasan Obat dan Makanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Jadi seorang peneliti yang mengerti tentang regulasi atau aturan penelitian di Indonesia harus mengikuti aturan di BPOM. Apapun kondisinya, Negara dalam keadaan genting dan apapun, semua sesuai regulasi yang ada saat ini. 

Dalam meneliti obat atau vaksin seperti vaksin covid 19 memerlukan beberapa tahapan atau uji ilmiah yaitu uji ilmiah sebelum diproduksi dan dipasarkan.

Secara garis besar proses produksi obat wajib melalui berbagai tahapan.

Pertama, diawali dengan upaya penemuan bahan atau zat atau senyawa potensial obat melalui berbagai proses penelitian.

Kedua, bahan atau zat atau senyawa potensial obat tersebut harus melewati berbagai proses pengujian, seperti uji aktivitas zat, uji toxisitas in vitro dan in vivo pada tahap pra klinik, uji klinik untuk fase 1, fase 2 hingga fase 3.

Ketiga, harus ada proses izin edar dari Badan POM. Keempat, diproduksi melalui cara pembuatan obat yang baik (GMP) dan dilakukan kontrol pada proses pemasaran.

Seorang Peneliti sejati dia akan melakukan semua itu sesuai aturan yang ada, dan apabila seorang peneliti melakukan di luar regulasi, harus dipertanyakan apakah ada sesuatu dengan instrumen yang akan di buat.

Saya percaya dan yakin peneliti peneliti Muda Indonesia selalu bekerja sesuai prosedur International dan National. Selamat bekerja untuk peneliti Muda Indonesia Sejati, Karya mu di nantikan Bangsa dan Negara.

Penulis: Mukti Arja Berlian dr SpPD

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini