Polri Identifikasi KKB Papua Berlabel Teroris

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 03 Mei 2021 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 337 2404894 polri-identifikasi-kkb-papua-berlabel-teroris-RkP99CFWTG.jpg Karopenmas Humas Polri Brigjen Rusdi (Foto : Okezone)

JAKARTA - Polri menyatakan telah mengidentifikasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang sudah dilabeli sebagai kelompok teroris. Sehingga aparat bisa langsung melakukan penegakan hukum kepada kelompok tersebut.

"Semua telah teridentifikasi, ada beberapa kelompok menganggu daripada rasa aman dan damai masyarakat Papua. Kelompok-kelompok ini sudah teridentifikasi oleh aparat keamanan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (3/5/2021).

Menurut Rusdi, dengan teridentifikasinya kelompok tersebut maka dipastikan KKB Papua tersebut masuk dalam kategori target operasi penindakan sebagai kelompok teroris.

Sekadar diketahui, hasil pemetaan Polda Papua, setidaknya, ada enam kelompok KKB di wilayah Kabupaten Puncak, Intan Jaya dan Nduga.

Baca juga: Kabar Bergabungnya Prajurit TNI ke KKB Dipastikan Hoaks!

Para pimpinan KKB yang aktif di wilayah pegunungan Papua itu sudah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang/DPO kepolisian seperti Lekagak Telenggen, Militer Murib, Sabinus Waker, dan Egianus Kogoya.

Baca juga: Polisi Sebut Ada 6 Kelompok KKB yang Aktif di Papua

"Ke depan melihat, ketika mereka diberikan label terorisme. Dikenakan Undang-undang pemberantasan terorisme," ujar Rusdi.

Di sisi lain, Rusdi menyebut, pihak kepolisian saat ini masih mengkaji mekanisme penerjunan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri ke wilayah Papua untuk ikut memburu kelompok terorisme itu.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menetapkan Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua sebagai daftar terduga teroris dan organisasi teroris (DTTOT).

Pemerintah meminta TNI dan Polri untuk menindak KKB Papua yang semakin meresahkan. Hal itu mengacu pada UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Terorisme.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini