Curahan Hati Sopir Angkot: Jangan Biarkan Kami Mati Kelaparan

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Senin 03 Mei 2021 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 337 2404660 curahan-hati-sopir-angkot-jangan-biarkan-kami-mati-kelaparan-9Y67enYmyU.jpg Sopir angkot curhat lewat puisi (Foto : Youtube)

JAKARTA - Seorang sopir angkot mengungkapkan rasa kecewanya dengan larangan mudik yang diberlakukan pemerintah di tahun 2021. Dengan membaca puisi sang sopir yang tidak diketahui namanya itu mendoakan agar para penguasa mendapatkan hidayah.

"Apakah kalian sudah berpikir ulang dengan menutup keluar provinsi yang tanpa langsung mematikan mata pencarian kami," katanya mengutip ucapanya dalam video yang diunggah sejumlah channel Youtube, yang dilihat MNC Portal, Senin (3/5/2021) 

Menurutnya dengan kebijakan ini, membuat dirinya tak bisa menghidupi keluarga. Anak mereka kemudian menangis pilu karena tak bisa berlebaran. Kondisi ini dianggap terbalik dengan anak penguasa yang tertawa gembira.

"Jangan biarkan kami kelaparan di saat kalian terlelap tidur dan kekenyangan. Ada anak istri serta kredit mobil yang selama ini tak pernah ditanggung negara," katanya.

Selain itu, kebijakan larangan mudik yang diberlakukan pemerintah dinilai hanya menjadi mereka sebagai korban. Terlebih alasan pandemik Covid-19 yang digaungkan pemerintah seolah tak berdampak bagi mereka yang merupakan rakyat kecil. Mereka pun mengaku tak takut dengan Covid-19.

"Yang kami takuti, apabila anak istri kami takut kelaparan karena tidak makan. Siapa yang bertanggung jawab," tanyanya.

Selain itu, mengatur pada aturan agama. Si Supir menjelaskan bila Allah telah menyuruhnya untuk tetap berusaha dan bertanggung jawab kepada anak dan istri. "Itu yang kami pertanggung jawabkan di akherat nanti," tambahnya.

Termasuk saat penindakan larangan mudik. Ia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap aparat hukum negeri. Ia mengakui sempat di hardik dan dimarahin saat mudik. "Seakan kami ini teroris, padahal kami ini pejuang dan pahlawan bagi keluarga kecil kami pak," katanya.

Adanya larangan mudik membuat sejumlah penghasilan supir goyang. Ia tak bisa lagi memberikan THR bagi anak dan keluarganya.

"Kami hanya berkata, apakah besok anak anak kami bisa dapat makan? Apakah kalian pernah rasakan disaan kalian tidur nyenyak, ada seorang supir yg terbangun dan tetap bekerja demi menghidupi keluarga demi menafkahi anak dan istrinya," katanya.

Baca Juga : KKB Dikatagorikan Teroris, Polisi: Masyarakat Papua Tak Perlu Khawatir

Karenanya ia meminta kebijakan kepada pemimpin bangsa agar mencabut larangan mudik sehingga tak membunuh mata pencariannya.

"Berilah aturan yang adil. berilah aturan yang adil buat kami, semoga bapak di sana mendapatkan hidayah semangat pejuang nafkah keluarga," tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini