KKB Dikatagorikan Teroris, Polisi: Masyarakat Papua Tak Perlu Khawatir

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 03 Mei 2021 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 337 2404643 kkb-dikatagorikan-teroris-polisi-masyarakat-papua-tak-perlu-khawatir-njCPnsNjwS.jpg Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono (foto: Polri)

JAKARTA - Mabes Polri mengimbau warga Papua tak perlu khawatir setelah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua dilabeli sebagai kelompok teroris.

"Masyarakat di Papua tak perlu khawatir dengan keberadaan KKB," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dihubungi, Jakarta, Senin (3/5/2021).

Argo mengatakan, personel TNI-Polri yang bertugas di Papua akan menjamin keamanan warga sipil dari setiap serangan kelompok tersebut.

Argo menegaskan, pengamanan akan terus dilakukan terhadap setiap warga tanpa memandang identitas maupun asal daerah masyarakat yang menetap di Tanah Cendrawasih.

"TNI-Polri akan menjaga dan mengawal warganya dalam bingkai NKRI di tanah Papua," ujar Argo.

Baca juga: Kabar Bergabungnya Prajurit TNI ke KKB Dipastikan Hoaks!

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menetapkan Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua sebagai daftar terduga teroris dan organisasi teroris (DTTOT).

Baca juga: Polisi Sebut Ada 6 Kelompok KKB yang Aktif di Papua

“Pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan massif dikategorikan sebagai teroris,” ujar Mahfud dalam jumpa persnya, Kamis 29 April 2021.

Oleh karena itu, pemerintah meminta TNI dan Polri untuk menindak KKB Papua yang semakin meresahkan. Hal itu mengacu pada UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Terorisme.

“Pemerintah sudah meminta kepada Polri TNI, BIN dan apparat terkait segera melakukan tindakan secara cepat, tegas dan terukur,” ujarnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) melanjutkan, pandangan dan sikap pemerintah tersebut, karena tindakan kekerasan di Papua dalam beberapa hari terakhir ini semakin meresahkan.

“Banyak tokoh adat Papua datang ke menko polhukam dan pimpinan daerah di sana menyatakan dukungan pemerintah melakukan tindakan diperlukan guna menangani tindak kekerasan yang muncul di Papua,” tutup Mahfud.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini