Analisa BMKG Terkait Penyebab Terjadinya Gempa M5,7 di Mentawai

Binti Mufarida, Sindonews · Senin 03 Mei 2021 09:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 337 2404574 analisa-bmkg-terkait-penyebab-terjadinya-gempa-m5-7-di-mentawai-B5k7Cmi7i7.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan Senin, 3 Mei 2021 pukul 00.46.41 WIB wilayah Kepulauan Mentawai diguncang gempa tektonik. Gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,7.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,40 LS dan 99,58 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 38 km arah Selatan Kota Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada kedalaman 34 km.

BMKG mengungkapkan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault),” tulis petugas BMKG dari keterangan resmi yang diterima, Senin (3/5/2021).

BMKG mencatat guncangan gempabumi ini dirasakan di Tua Pejat IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Padang II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Bukittinggi, Indragiri Hilir, Pariaman, Payakumbuh, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok, dan Solok Selatan, Sungai Penuh II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

BMKG memastikan dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Baca Juga : 11 Siklon Tropis Berdampak Cuaca Ektrem di Indonesia Sejak 2008

Sementara itu, hingga hari Senin, 03 Mei 2021 pukul 01.25 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

BMKG menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” tulis petugas BMKG.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini