Belajar dari Kerumunan Pasar Tanah Abang, Jangan Sampai Jadi seperti India

Rakhmatulloh, Sindonews · Senin 03 Mei 2021 06:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 337 2404538 belajar-dari-kerumunan-pasar-tanah-abang-jangan-sampai-jadi-seperti-india-8TobqTTJOk.jpg Ilustrasi suasana di Pasar Tanah Abang (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Luqman Hakim menyatakan, membludaknya pengunjung Pasar Tanah Abang Jakarta beberapa hari ini juga berpotensi terjadi di banyak daerah. Ia pun mengingatkan terjadinya kerumunan itu jangan sampai terjadi penularan Covid-19 yang masif seperti di India.

Luqman mengaku menerima laporan seminggu terakhir bahwa terjadi peningkatan aktivitas belanja masyarakat, di pasar-pasar, mal dan swalayan di banyak daerah dalam rangka belanja kebutuhan lebaran.

Menurut Luqman, terhadap fenomena ini, di satu sisi pihaknya gembira melihatnya sebagai tanda-tanda geliat dan kekuatan daya tahan ekonomi rakyat. Jauh berbeda dengan waktu yang sama jelang lebaran tahun kemarin yang sepi, nyaris tanpa aktivitas ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Tapi pada saat yang sama, fenomena keramaian tempat-tempat perbelanjaan saat ini, sungguh mengkhawatirkan. Karena potensial terjadinya pelanggaran protokol kesehatan secara massif di banyak tempat. Jika sampai tak terkendali, kita layak khawatir pasca lebaran akan terjadi lonjakan tinggi penyebaran Covid-19 di tanah air," tuturnya, Senin (3/5/2021).

Menyaksikan fakta-fakta keramaian itu, dia meminta kepada seluruh pemerintah daerah bersama satgas Covid-19 agar mengawasi dan memastikan tidak terjadi penumpukan manusia di pusat-pusat perbelanjaan menjelang dan pasca lebaran.

"Saya memohon kepada seluruh kepala daerah untuk melaksanakan keputusan pemerintah pusat mengenai larangan mudik lebaran tahun ini. Jangan main-main dengan ancaman penyebaran Covid-19," ujar Luqman.

Lebih lanjut dia meminta pemerintah daerah untuk menjelaskan kepada rakyat di daerahnya masing-masing, agar terus bersabar dan mentaati protokol kesehatan pada kegiatan apapun sehari-hari. Dia percaya jika rakyat bersabar dan mengikuti protokol kesehatan, akan menjadi sumbangan besar bagi percepatan pengendalian Covid-19, dan badai pasti berlalu.

Di sisi lain, Wakil Rakyat asal PKB itu juga meminta kepada Presiden Jokowi dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno agar mempertimbangkan kembali kebijakan pembukaan tempat-tempat wisata pada saat libur lebaran. Artinya, pemerintah diminta agar seluruh tempat wisata ditutup penuh selama masa libur lebaran yakni sejak 6-17 Mei 2021.

Baca Juga : Dukun Ini Klaim Bisa Sembuhkan Covid-19 Tanpa Obat dan Vaksin

Dia mengaku pesimis pemerintah memiliki cukup aparat untuk menjaga tempat-tempat wisata, memastikan tidak terjadi pelanggaran prokes secara massif apabila dibolehkan buka selama libur lebaran.

Setelah libur lebaran selesai, kata dia, silakan jika pemerintah akan membuka kembali tempat-tempat wisata, selama memiliki keyakinan mampu memastikan protokol kesehatan dapat berlaku dengan ketat di sana. Mencegah jauh lebih baik dari pada lepas kendali dan terjadi tsunami Covid-19 seperti India.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini