Potensi Pertumbuhan Siklon Tropis di Indonesia, Berikut Penjelasan BMKG

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Senin 03 Mei 2021 04:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 337 2404492 potensi-pertumbuhan-siklon-tropis-di-indonesia-berikut-penjelasan-bmkg-dY3Hp0QBgk.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan potensi pertumbuhan siklon tropis di wilayah Indonesia. Ingin tahu penjelasannya simak uraiannya.

Siklon tropis merupakan sistem tekanan rendah non-frontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif dan kecepatan angin maksimum, setidaknya mencapai 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, serta bertahan setidaknya enam jam.

Baca juga:  BMKG : Waspada Siklon Tropis pada April-Mei dan November-Desember

Merujuk keterangan Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG, Agie Wandala siklon tropis adalah sistem tekanan rendah yang sering disebut dengan badai.

Secara klimatologis, musim pertumbuhan siklon tropis di Belahan Bumi Selatan (BBS) termasuk di sekitar wilayah Indonesia selatan ekuator adalah pada periode bulan November hingga April. Area potensi pertumbuhan siklon tropis di selatan ekuator dekat wilayah Indonesia umumnya terjadi di Samudra Hindia barat daya Lampung hingga selatan Nusa Tenggara Timur dan perairan utara Australia.

Baca juga:  Hujan Lebat Diprediksi Guyur Sejumlah Wilayah di Indonesia Hari Ini

Sejak tahun 2008, BMKG telah ditunjuk oleh WMO (world meteorology organization) sebagai Pusat Peringatan Dini Siklon Tropis (TCWC-tropical cyclone warning center) yang memiliki wilayah tanggung jawab operasional siklon tropis mulai dari lintang 0 (ekuator) hingga 10 LS dan 90 - 142 BT. Dalam operasionalnya, TCWC Jakarta setiap saat melakukan monitoring potensi perkembangan siklon tropis yang dapat berdampak pada potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia.

BMKG mencatat bahwa sejak tahun 2008 terdapat 11 siklon tropis yang tumbuh di wilayah tanggung jawab TCWC Jakarta dan cukup berdampak signifikan pada kondisi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia, antara lain:

1. Siklon Tropis Durga (20-25 April 2008) tumbuh di Samudra Hindia barat daya Lampung.

2. Siklon Tropis Kirrily (26-28 April 2009) tumbuh di Laut Arafura selatan Papua Barat (Tual-Trangan)

3. Siklon Tropis Anggrek (29 Oktober–05 November 2010) tumbuh di Samudra Hindia barat daya Lampung.

4. Siklon Tropis Bakung (11-13 Desember 2014) tumbuh di Samudra Hindia barat daya Lampung.

5. Siklon Tropis Cempaka (27 November–01 Desember 2017) tumbuh di perairan selatan Yogjakarta-Jawa Tengah.

6. Siklon Tropis Dahlia (30 November-02 Desember 2017) tumbuh di Samudra Hindia barat daya Lampung-selatan Jawa Tengah.

7. Siklon Tropis Flamboyan (28 April–02 Mei 2018) tumbuh di Samudra Hindia barat daya Lampung.

8. Siklon Tropis Kenanga (15–18 Desember 2018)

tumbuh di Samudra Hindia barat daya Lampung.

9. Siklon Tropis Lili (08-09 Mei 2019) tumbuh di Laut Banda-Nusa Tenggara Timur.

10. Siklon Tropis Mangga (21–22 Mei 2020) tumbuh di Samudra Hindia barat daya Lampung.

11. Siklon Tropis Seroja (05-12 April 2021) tumbuh di Laut Sawu-Nusa Tenggara Timur.

"Dari data 11 kejadian siklon tropis yang tumbuh dekat wilayah Indonesia sejak tahun 2008 tersebut, terdapat 3 siklon tropis yang tumbuh di sekitar Nusa Tenggara Timur (Kirrily, Lili, Seroja). Lalu 7 siklon tropis tumbuh di sekitar Samudra Hindia barat daya Lampung (Durga, Anggrek, Bakung, Dahlia, Flamboyan, Kenanga, Mangga) dan 1 siklon tropis yang tumbuh di selatan Jawa Tengah (Cempaka)," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam keterangannya yang diterima, Minggu (2/5/2021) malam.

Dua siklon tropis yang tumbuh di sekitar wilayah Nusa Tenggara Timur sejak 2008 terjadi pada bulan April (Kirrily dan Seroja), dengan 1 kejadian siklon tropis terjadi pada bulan Mei (Lili). Sedangkan siklon tropis yang terjadi di sekitar Samudra Hindia sebelah barat daya Lampung cukup variatif terjadi pada bulan April, Mei, Nopember, Desember.

"Sehingga dapat dikatakan bahwa secara umum potensi pertumbuhan siklon tropis di selatan Indonesia cukup signifikan pada periode April, Mei, Nopember, dan Desember, dengan potensi siklon tropis di wilayah NTT pada bulan Mei sangat kecil," ungkapnya.

Berdasarkan data klimatologis, pada periode bulan Mei hingga Desember pertumbuhan siklon tropis akan lebih terkonsentrasi terjadi di wilayah Belahan Bumi Utara.

"Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak panik dengan isu kemungkinan berulangnya fenomena siklon tropis di wilayah Nusa Tenggara Timur terutama pada bulan Mei hingga Oktober dan diimbau tetap aktif memantau perkembangan potensi cuaca dari BMKG," tukasnya.

BMKG sebagai Pusat Peringatan Dini Siklon Tropis tetap terus melakukan monitoring terhadap potensi pertumbuhan siklon tropis yang dapat berdampak pada potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia, baik yang terjadi di Belahan Bumi Selatan maupun Utara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini