Kabar Bergabungnya Prajurit TNI ke KKB Dipastikan Hoaks!

Riezky Maulana, iNews · Senin 03 Mei 2021 02:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 337 2404482 kabar-bergabungnya-prajurit-tni-ke-kkb-dipastikan-hoaks-tPpHa4405E.jpg Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua (foto: ist)

JAKARTA - Salah satu prajurit TNI berinisial Prada AO dikabarkan berupaya kabur meninggalkan kesatuannya di Yonif 323 Raider, yang bermarkas di Kota Banjar, Jawa Barat. Dia diduga hendak bergabung dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MNC Portal Indonesia, Prada AO merupakan prajurit yang berasal dari Sorong, Papua Barat. Dia meninggalkan kesatuannya pada Minggu (2/5/2021). Pihak kesatuannya telah meminta jajaran terkait untuk memonitor rute penerbangan yang mengarah ke Makassar, Sulawesi Selatan.

"Melarikan diri tadi habis Maghrib, monitor penerbangan rute Makasar, tolong disebar ke anggota Pom AU Bandara Husein (Lanie Husein Sastranegara Bandung) indikasi yang bersangkutan mau bergabung ke KKB," tulis pesan berantai yang diterima MNC Portal Indonesia.

Baca juga: Membelot, Eks Prajurit TNI Jadi Komandan Lapangan TPNPB

MNC Portal telah mencoba mengkonfirmasi kabar tersebut kepada sumber yang ada di Divisi Infanteri/1 Kostrad. Menurut sumber tersebut, kabar Prada AO bergabung ke KKB adalah tidak benar.

"Untuk dia mau gabung KKB itu enggak betul," kata sumber tersebut kepada MNC Media, Minggu (2/5/2021).

Baca juga: Teror KKB Kembali Terjadi, 27 Warga Beoga Kembali Dievakuasi ke Timika

Lebih jauh dia memaparkan, Prada AO sudah kembali ditemukan saat sedang berada di Bandung. Dia menjelaskan, yang bersangkutan telah kembali ke satuannya.

"Sekarang sudah kembali di satuannya. Mohon untuk tidak meneruskan pesan ini dan agar tidak memberikan kesimpulan yang tidak mendasar," ujarnya.

Dalam keterangan yang dikirimkannya, pihak Divif 1/Kistrad juga telah memberikan imbauan kepada para Komandan Satuan untuk lebih mewaspadai tersebarnya berita-berita yang bertendensi buruk. Menurutnya, jika ada hal-hal yang menonjol, haruslah langsung segera dilaporkan kepada komando atas.

"Berita terkait penggunaan Medsos harus lebih di kontrol lagi karena berita tersebut menyebar sudah pasti awalnya dari satuan itu juga," tuturnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini