Peristiwa 3 Mei: Putra Maluku, Ellyas Pical Juara Dunia IBF

Tim Okezone, Okezone · Senin 03 Mei 2021 05:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 337 2404475 peristiwa-3-mei-putra-maluku-ellyas-pical-juara-dunia-ibf-oX3vduLfGA.jpg Ellyas Pical (foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Sejumlah catatan sejarah dan peristiwa penting terjadi pada tanggal 3 Mei. Salah satunya saat petinju Indonesia Ellyas Pical rebut gelar tinju IBF.

Selain peristiwa tersebut, masih ada sejumlah catatan menarik lainnya yang terjadi pada 3 Mei. Berikut adalah beberapa peristiwa atau sejarah pada 3 Mei seperti yang dirangkum Okezone:

1937 - Novel Gone With The Wind Raih Pulitzer

Gone With The Wind adalah novel karya Margaret Mitchell yang diterbitkan pada 1936 dan memenangkan Penghargaan Pulitzer pada 1937. Ini salah satu novel terpopuler sepanjang masa. Adaptasi layar lebarnya yang dirilis pada 1939 berhasil memecahkan rekor jumlah Oscar.

Novel ini bercerita tentang kisah seorang wanita berjiwa pemberontak dari Georgia yang bernama Scarlett O'Hara dan hubungannya dengan sahabat, keluarga, dan kekasihnya di tengah perang saudara AS, serta masa "Rekonstruksi". Novel ini juga bercerita tentang cinta yang tumbuh antara O'Hara dan Rhett Butler.

Pada 1938, kisah ini diangkat ke layar lebar dan dibintangi Clark Gable sebagai Rhett Butler dan Vivien Leigh sebagai Scarlett O'Hara. Film ini mulai diputar di Atlanta, Georgia pada 15 Desember 1939 dengan biaya produksi sekitar US$4 juta. Film ini mendapatkan 13 nominasi Oscar dan memenangkan delapan di antaranya.

1985 - Ellyas Pical Juara Dunia IBF

Ellyas Pical lahir di Ullath, Saparua, Maluku Tengah, Maluku, pada 24 Maret 1960. Ia adalah petinju asal Indonesia dan merupakan juara dunia pertama dari Indonesia. Ellyas Pical juga merupakan putra daerah anak negeri Ullath, ia merupakan keturunan dari keluarga besar Pical.

Ia merebut gelar juara IBF kelas bantam yunior (atau kelas super terbang) dari petinju Korea Chun Ju-do di Jakarta pada 3 Mei 1985. Setelah mempertahankan gelar melawan petinju Australia, Wayne Mulholland, 25 Agustus 1985, Pical harus mengakui keunggulan petinju Republik Dominika, Cesar Polanco dengan angka di Jakarta.

Namun, Pical mampu bangkit dan membalas kekalahannya atas Polanco dengan balik memukul KO Polanco pada pertandingan kedua di Jakarta, 5 Juli 1986.

Sempat mempertahankan gelar melawan petinju Korea Selatan, Dong-chun Lee, langkah Pical terhenti setelah menyerah dari petinju Thailand, Khaosai Galaxy dengan KO pada ronde 14, pada 1987.

Setelah terjadi pergulatan batin berbulan-bulan karena depresi pasca kekalahan melawan Galaxy, Pical mampu bangkit dan merebut gelar IBF kelas bantam yunior kembali dari sang juara bertahan waktu itu Tae-ill Chang, juga dari Korea Selatan.

Gelar ini sempat bertahan sampai 2 tahun, hingga akhirnya Pical harus terbang ke Ronoake, Virginia, Amerika Serikat untuk mempertahankan gelar melawan Juan Polo Perez dari Kolombia, 4 Oktober 1989, dan Pical harus menyerahkan gelarnya setelah kalah angka.


1997 - Grandmaster Catur Garry Kastadin Melawan Komputer Catur

Garry Kasparov lahir 13 April 1963 (umur 56 tahun) adalah grandmaster catur utama dunia. Ia memiliki ELO rating tertinggi dengan nilai 2804 setelah sebelumnya sempat mencapai 2851 pada 1991. Dia mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia catur pada 10 Maret 2005.

Pada pertandingan putaran kedua antara Karpov-Kasparov pada 1985, diberlakukan standar baru di mana pemain yang terlebih dahulu mencapai angka 12.5 atau lebih dalam 24 pertandingan akan dinyatakan sebagai pemenang.

Bila pertandingan berakhir dengan draw 12-12 maka gelar juara dunia akan tetap dipegang Karpov sebagai juara bertahan. Kasparov memenangkan pertandingan putaran kedua ini dengan mengalahkan Karpov, dan selanjutnya dinobatkan sebagai juara catur termuda di dunia pada usia 22 tahun.

Rekor juara catur termuda sebelumnya dipegang Mikhail Tal saat ia mengalahkan Bothvinnik pada 1960. Setelah berhasil mengantongi gelar Juara Dunia, Kasparov selanjutnya berselisih dengan FIDE. Ia mendirikan sebuah organisasi serikat pecatur dunia dengan nama GrandMaster's Association (GMA), yang mewakili suara para pecatur dalam aktivitas di dalam FIDE.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini