Hasto Sebut Kerjasama PDIP, PAN, dan Pemuda Muhammadiyah Punya Landasan Historis

Antara, · Minggu 02 Mei 2021 23:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 02 337 2404459 hasto-sebut-kerjasama-pdip-pan-dan-pemuda-muhammadiyah-punya-landasan-historis-Pz0QGphBLv.jpeg Sekjen PDIP Hasto dan Sekjen PAN Eddy (foto: ist)

Hal itu menurut dia menyebabkan muncul berbagai dampak negatif yaitu terjadi konvergensi politik-hukum-kapital-pemilik media; meningkatnya primordialisme, hingga konflik Pancasila melawan ideologi transnasional.

Situasi itu menurut dia membuat Indonesia mundur dari kemajuan yang pernah terjadi sebelumnya, di era kepemimpinan Bung Karno, kekuatan Pancasila berhasil mendorong kemerdekaan bangsa Maroko, Tunisia dan Aljazair, serta dukungan penuh bagi Palestina dan Pakistan.

"Aljazair merdeka karena campur tangan Indonesia, apa kita tidak bangga? Tiba-tiba sekarang kita cuma melihat ke dalam, masalah di dalam negeri melulu, seakan terjadi konflik antara Pancasila dan Islam. Padahal dahulu, Pancasila justru memerdekakan negara dunia Islam," katanya.

Dalam diskusi tersebut, Hasto menekankan, pertama, bagaimana Pemuda Muhammadiyah memiliki kekuatan ideologis dan moralitas yang baik yaitu Pancasila dan semangat Islam is a progress.

Kedua menurut dia, bagaimana Pemuda Muhammadiyah bersama pemuda Indonesia lainnya menguasai sains dan teknologi. Sebab tak ada bangsa yang besar tanpa riset serta inovasi.

"Ketiga, kader Pemuda Muhammadiyah harus memiliki kemampuan organisasi yang, beserta kemampuan leadership yang handal dan juga mampu berkomunikasi yang baik. Keempat, cara pandang, harus berjuang mendorong kemajuan Indonesia di dunia, jadi 'outward looking'," ujarnya.

Sementara itu, Sekjen PAN Eddy Soeparno mengatakan, selama ini banyak yang menduga partai politik sekedar memikirkan pemenangan pemilu setiap lima tahun. Namun menurut dia, yang sering tidak diketahui masyarakat, parpol sebenarnya memikirkan bagaimana menciptakan negarawan.

"Sering disebut politikus hanya pikirkan elektoral tiap 5 tahun. Namun negarawan memikirkan bagaimana generasi berikutnya, Mas Hasto dengan kami di PAN, mungkin bisa disebut hybrid," katanya.

Dia menjelaskan, politisi hybrid artinya tugas pokok memenangkan pemilu agar bisa perjuangkan aspirasi masyarakat namun tugas utamanya adalah menciptakan negarawan yang memikirkan generasi bangsa ke depan.

Eddy mendorong Pemuda Muhammadiyah bisa menjadi penghubung yang baik bagi para generasi milenial serta generasi Z, khususnya agar bisa memahami politik dan tidak apatis.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini