Presiden Jokowi dan Nadiem Beri Opsi Ini untuk Sekolah Tatap Muka

Kiswondari, Sindonews · Minggu 02 Mei 2021 22:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 02 337 2404449 presiden-jokowi-dan-nadiem-beri-opsi-ini-untuk-sekolah-tatap-muka-gfWgrvIVax.jpg Presiden Joko Widodo (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menggelar podcast antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim (Mas Menteri). Dalam podcast, nampak bahwa Jokowi dan Nadiem sepakat untuk memberikan sejumlah opsi sebelum sekolah tatap muka dimulai.

Menurut Jokowi, vaksinasi menjadi keharusan guna mencapai herd immunity atau kekebalan komunal. Karena ada target pendidikan yang perlu dicapai dari sekolah offline menjadi hybrid.

Baca juga: Jelang Dibuka Lagi, Sekolah Perlu Sediakan Tempat Cuci Tangan dengan Sabun

Dan vaksinasi terhadap tenaga pendidik sudah dimulai, karena kembalinya anak-anak ke sekolah harus ada jaminan aman dari Covid-19. Sehingga, Indonesia bisa segera mengejar ketertinggalan yang disebabkan pandemi.

"Jadi kalau nanti sudah mulai tatap muka terbatas, betul-betul secara ketat harus menjalankan prokes. Kemudian kita evaluasi setiap wilayah seperti apa dan setelah itu kita akan memutuskan lagi kebijakan ke depan akan seperti apa. Gimana kira-kira?," tanya Jokowi kepada Nadiem, Minggu (2/5/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Anies Pastikan Uji Coba Tatap Muka Tetap Berjalan

Mengamini Jokowi, Nadiem mengatakan, bahwa itu adalah opsi terbaik, karena sekarang banyak sekali orang tua tidak diberikan opsi untuk tatap muka. Jadi kalau tenaga pendidiknya sudah divaksin, sekolah itu wajib membuka opsi tatap muka, tetapi orang tua tidak wajib mengirimkan anaknya ke sekolah kalau orang tuanya tidak nyaman.

"Jadi kuncinya dua seperti yang pak presiden bilang. Tatap muka terbatas bukan seperti sekolah normal ya pak, ngga ada ekskul nggak ada, kapasitasnya cuma 50 persen harus rotasi. Dan kedua, haknya ujung-ujungnya ada di ortu. Tapi kalau saat ini, pilihan saja mereka tidak punya di beberapa sekolah dan mereka mengalami banyak kesulitan. Jadi kami bekerja sama dengan kemkes untuk pastikan, mendorong pemda melakukan vaksinasi dan melakukan tatap muka," paparnya.

Jokowi menegaskan, yang terpenting pada akhir Juni itu vaksinasi untuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan harus sudah selesai. Karena di tatap muka terbatas di Juli.

Nadiem menjelaskan, tatap muka sudah bisa dijalankan kalau sudah vaksinasi.

"Harapannya Juli hampir semuanya sudah ada opsi tatap muka, jadi insya Allah bisa lebih cepat," ungkapnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini