Presiden Jokowi: Pandemi Covid-19 Masih Nyata Tetap Disiplin Jalankan Prokes

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Minggu 02 Mei 2021 22:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 02 337 2404442 presiden-jokowi-pandemi-covid-19-masih-nyata-tetap-disiplin-jalankan-prokes-SE5Dt3cRYo.jpg Presiden Joko Widodo (Foto : Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pandemi Covid-19 di Indonesia belum usai. Oleh karena itu dia meminta masyarakat tetap hati-hati dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Pandemi covid masih nyata ada di negara kita. Oleh sebab itu kita harus tetap benar-benar waspada, tetap tidak boleh lengah, tetap tidak boleh menyepelekan yang namanya Covid-19," kata Jokowi dalam siaran Youtube Sekertariat Presiden yang dikutip, Minggu (2/5/2021).

Baca juga:  1.559 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Wisma Atlet

Dikatakan Jokowi, meski saat ini ada penurunan kasus Covid-19 sejak diberlakukannya PPKM skala mikro dan dimulainya program vaksinasi masyarakat diminta untuk tidak euforia. Sebab, lanjut dia, upaya menekan kasus aktif masih terus dilakukan agar Covid-19 benar-benar meninggalkan bumi pertiwi.

"Memang tren kesembuhan terus meningkat, dan bahkan hari ini jumlah kasus aktif berada di 100 ribu orang. Kemudian ada penurunan kasus harian tapi jangan dulu berpuas diri, jangan optimesme berlebihan, jangan merasa situasi sudah terkendali, jangan merasa sudah aman," ujarnya.

Baca juga:  Doni Monardo: Kasus Aktif dan Angka Kematian Covid-19 di Pulau Sumatera Meningkat

Jokowi menagaskan, keberhasilan menekan kasus aktif bergantung pada kedisiplinan setiap individu dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Kita semua baik yang sudah divaksin maupun yang belum divaksin, baik yang berada di zona merah, zona oranye, zona kuning dan zona hijau harus tetap berdisiplin menjalankan protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," ungkapnya.

Tak hanya itu dukungan dari seluruh kepala daerah juga harus dioptimalkan dengan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman pada lebaran tahun ini. Hal itu dilakukan untuk menjaga momentum penyebaran Covid-19 yang sudah mulai terkendali.

"Saya melihat momentum ini harus kita jaga bersama-sama. Saya minta kepada Gubernur, Bupati, Wali Kota untuk terus mengingatkan masyarakat berdisiplin menjalankan protokol kesehatan dan juga bersinergi dengan pemerintah pusat dengan melarang mudik warganya pada lebaran tahun ini," ucapnya.

Keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah hal terpenting dalam mengarungi pandemi Covid-19. Oleh karena itu jangan biarkan kembali kasus aktif meningkat karena menganggap pandemi telah usai.

"Taatilah protokol kesehatan jangan lengah, jangan menganggap remeh dan tetap waspada. Bersama-sama insya Alloh kita mampu mengatasi ujian dan cobaan yang berat ini," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini