Mobilitas Masyarakat ke Pusat Perbelanjaan Naik pada 7 Hari Terakhir

Binti Mufarida, Sindonews · Minggu 02 Mei 2021 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 02 337 2404356 mobilitas-masyarakat-ke-pusat-perbelanjaan-naik-pada-7-hari-terakhir-hNnl60EJRe.jpg Ilustrasi (Foto : MPI/Riezky)

JAKARTA - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah melaporkan dalam rentang 7 hari terakhir atau per 20 sampai 27 April 2021, mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan mengalami kenaikan.

“Kita masuk ke pada analisis data mobilitas penduduk. Setelah coba kita lihat data di seluruh 34 Provinsi, salah satu hal yang mungkin harus saya highlight hari ini adalah terkait dengan mobilitas penduduk ke pusat perbelanjaan,” kata Dewi dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional secara virtual, Minggu (2/5/2021).

“Kalau kita lihat mengenai pusat perbelanjaan yang harus menjadi alert bagi kita semua adalah 29 dari 34 provinsi mengalami kenaikan mobilitas ke pusat perbelanjaan dalam 7 hari terakhir,” papar Dewi.

Jadi, kata Dewi, dalam rentang waktu 20 sampai 27 April, semua angka menunjukan kenaikan mobilitas yang positif. “Artinya orang-orang sudah mulai keluar rumah, banyak ke pusat perbelanjaan dalam 7 hari terakhir,” katanya.

Dewi mengatakan rata-rata angka kenaikan mobilitas penduduk ke pusat perbelanjaan ini sekitar 14,82%. Namun, kata Dewi, ada provinsi yang kenaikan paling tinggi mobilitasnya hingga 50,57%.

“Dan ini terlihat di 29 provinsi, lebih dari 80% provinsi yang ada di Indonesia dengan rata-rata kenaikan mobilitas 14,82% dengan rentang paling kecil 2%, namun ada kenaikan paling tinggi hingga 50,57%,” paparnya.

Dewi pun memprediksi angka mobilitas ke pusat perbelanjaan dalam 10 hari kedepan juga akan meningkat. “Dan diperkirakan dalam 10 hari kedepan mobilitas di pusat perbelanjaan akan semakin meningkat. Sehingga penegakan disiplin akan sangat diperlukan,” katanya.

Baca Juga: 2.500 Personel Jaga Pasar Tanah Abang: Satpol PP, Marinir, hingga Paskhas Dikerahkan

Bahkan, kata Dewi, dari hasil monitoring di lapangan banyak pasar yang sudah beroperasi namun kepatuhan protokol kesehatan masih perlu diingatkan kembali. "Kalau kita lihat dari hasil monitoring di lapangan, sudah mulai banyak pasar-pasar memang beroperasi namun kepatuhan dalam penerapan 3M ini masih perlu kita ingatkan kembali," tuturnya.

“Terutama dalam rangka penggunaan masker, karena kebanyakan pengunjung yang hadir menyebabkan penurunan jika tidak diimbangi dengan penggunaan masker yang benar akan sangat rentan sekali terhadap terjadinya penularan,” kata Dewi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini