Pilkada Serentak 2020 Sudah Membuktikan, Indonesia Bukan India

Tim Okezone, Okezone · Minggu 02 Mei 2021 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 02 337 2404314 pilkada-serentak-2020-sudah-membuktikan-indonesia-bukan-india-UmCUNjV0Iw.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Bahkan karena penerapan prokes ketat, pemilih merasa yakin aman covid sehingga partisipasi politik terbilang tinggi hingga mencapai 76%. Mendagri Tito Karnavian mengaku dalam proses persiapan Pilkada ada sedikit kecemasan karena tidak ingin Pilkada justru memicu potensi penyebaran Covid-19.

Namun, pada akhirnya lewat aturan dan pelkansanan prokes serta mobilisasi sekuruh elemen di daerah Pilkada serentak 2020 berlangsung aman covid. Pasalnya, semua pihak mendukung, mulai dari pihak penyelenggara, DPR RI, Pemerintah Pusat, Pemda, Forkompimda dan semua stakeholder, termasuk media massa.

Dukungan juga datang dari tokoh-tokoh masyarakat serta secara teratur untuk memantau pelaksanaan Pilkada yang taat prokes dengan 3 M plus 2m yaitu menghindari kerumanan dan mengurangi mobilitas.

Ketua Komisi Pemilihan Umum atau KPU Arief Budiman mengatakan partisipasi pemilih di Pilkada 2020 mencapai 76,13 persen.

Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menyatakan angka Partisipasi masyarakat ini menunjukkan pemilih Indonesia yang setia dan kooperatif terhadap agenda elektoral. Kondisi pandemi Covid-19, kata dia, ternyata tak menghalangi pemilih untuk mengalirkan suara karena adanya prokes ketat.

Dengan keberhasilan pelkaksanaan Pilkada dengan Prokes ketat, Pilkada di Indonesia mendapat apresiasi dari berbagai kalangan di tingkat nasional bahkan internasional. Salah satu apresiasi mengalir dari Amerika Serikat.

"Lalu, walau sama-sama melaksanakan hajatan politik di tengah pandemi, kenapa India dan Indonesia berbeda. Di Indonesia, pilkada tidak menjadi ajang penularan covid, sementara di India, pemilihan kepala daerah menjadi ajang penularan covid yang sangat parah. Jawabannya adalah, India lengah," kata dia.

Hajatan politik di India tanpa dibarengi dengan prokes yang ketat. Tanpa intervensi sehingga disiplin atas prokes oleh masyarakat dan kontestan pemilu nyaris tak ada.

Lewat Pilkada 2020, Indonesia telah membuktikan bisa mengendalikan covid lewat disiplin masyarakat untuk 3 M plus menghindari kerumunan. Tapi tak boleh lengah seperti yg saat ini terjadi di India.

Khususnya di ritual lain seperti jelang mudik. Sama degan Pilkada dimana Kemendagri memobilisasi KDH dan jajaran di daerahnya maka daerah harus bergerak cepat memakai pola pilkada agar sukses kendalikan covid jelang lebaran. Pelajaran kontras dari India jangan terjadi. Karena Indonesia sudah relatif berhasil dalam pilkada sementara India gagal. Apalagi dengan ditemukannya mutasi virus covid yang sudah menyerang berbagai negara seperti India, UK dan Thailand.

Melansir The Asean Post, varian baru yang disebut B.1.617, awalnya terdeteksi di India dengan dua mutasi, yaitu E484Q dan L452R. Penemuan pertama kalinya dilaporkan akhir tahun lalu oleh seorang ilmuwan di India dan rincian lebih lanjut disajikan di hadapan WHO.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini