Isu Benny Wenda Minta Bantuan PKC, DPR: Dia Bukan WNI, Pererat Hubungan dengan China

Kiswondari, Sindonews · Minggu 02 Mei 2021 09:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 02 337 2404191 isu-benny-wenda-minta-bantuan-pkc-dpr-dia-bukan-wni-pererat-hubungan-dengan-china-6AsGtOvBGk.jpg Benny Wenda, pentolan separatis Papua Barat.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Pentolan kelompok separatis Papua Barat, Benny Wenda dikabarkan meminta bantuan Partai Komunis China (PKC) untuk mengintervensi masalah di wilayah Indonesia. PKC sendiri merupakan partai yang mengendalikan pemerintah China saat ini.

Manuver politik separatis yang dideklarasikan sebagai presiden interim United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) itu, disampaikan melalui surat kabar Australia dan bertujuan untuk memuluskan ambisinya memerdekakan Papua Barat dari Indonesia.

Baca Juga: Pengamat Nilai Upaya Benny Wenda Pisahkan Papua Barat Tak Pernah Dapat Perhatian Internasional

Menanggapi isu tersebut, anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan menegaskan, Benny Wenda bukan lagi WNI. Sehingga, setiap langkah yang dia lakukan terkait Papua Barat merupakan tindakan yang mengancam kedaulatan NKRI.

Baca Juga: Pengibaran Bendera Bintang Kejora di KJRI Melbourne, KSP : Tak Dapat Dibenarkan

"Benny Wenda bukan WNI jadi apapun yg dia lakukan artinya mengancam kedaulatan RI," kata Farhan saat dihubungi, Minggu (2/5/2021).

Terkait hal yang perlu dilakukan pemerintah RI, politikus Partai NasDem ini, menyarankan agar pemerintah Indonesia melakukan langkah diplomasi yang tepat kepada pemerintah China. Termasuk salah satunya, mempererat hubungan dengan China dan mendukung inisiatif pembangunan China si negara Pasifik.

"Lakukan diplomasi yang tepat kepada Tiongkok, eratkan hubungan dan dukung inisiatif pembangunan Tiongkok di negara Pacific," saran mantan presenter televisi itu.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini