Jalur Gaib Rawan Kecelakaan antara Jakarta-Cirebon

Doddy Handoko , Okezone · Minggu 02 Mei 2021 06:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 02 337 2404142 jalur-gaib-rawan-kecelakaan-antara-jakarta-cirebon-5BLWoRQmzV.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Jalan Raya Pantai Utara Jawa antara Jakarta-Semarang dikenal sebagai jalur tengkorak atau jalur maut. Ribuan nyawa melayang sia-sia di sepanjang jalan yang lurus ini. Tabrakan tak pandang bulu, seperti hukum rimba, yang besar memakan yang kecil.

Maka kisah-kisah mengerikan muncul di kawasan yang membujur sekitar 450 km. Truk menghantam bis, bis mengggilas sepeda motor dan sebagainya yang terlalu menyeramkan jika diceritakan lebih detail.

Paranormal Ustadz Aziz Hidayatullah ,Ketua Presidium Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia menjelaskan jalan rawan kecelakaan antara Jakarta-Cirebon yang berada di jalur Pantai Utara Jawa.

Dikatakannya, terdapat beberapa titik-titik rawan kecelakaan di jalur itu. Kecelakaan selain tergantung dari kehati-hatian manusia juga bisa disebabkan oleh naas-nya orang bersangkutan.

"Ditambah pula gangguan makhluk halus penunggu ruas jalan. Jadi jika orang yang pikirannya lagi kosong bisa berakibat fatal di jalan raya,"ucapnya.

Menurutnya, antara Jakarta-Cirebon ada 6 titik kecelakaan. Di tol Cikampek ada beberapa titik rawan kecelakaan. Titik itu ada di km 43,57 dan 60. Kemudian Subang, Losarang, Loh Bener, Sukra, Indramayu, Arjowinangun, Cirebon. Kecelakaan di daerah itu tidak tanggung-tanggung, sekali kecelakaan bisa merenggut nyawa 2-3 orang.

Lokasi yang paling rawan kecelakaan antara Subang sampai Lohbener. Jalan ini paling rawan karena komunitas hantu penunggu jalan itu lebih banyak dari manusia.

"Secara kasat mata memang hanya terlihat jalan raya dan perumahan penduduk tapi sebenarnya Jin yang bercokol disitu ribuan bahkan jutaan,"bebernya.

Penunggu jalan, Losarang dulu tempat pembantaian jaman Belanda. Pemudik merupakan suatu target kecelakaan untuk setiap tahunnya. Bahkan mereka setiap tahun merenggut nyawa pemakai jalan. Lokasi-lokasi tertentu itu memiliki penunggu-penunggu gaib yang kebetulan dibangun menjadi jalanan.

Daerah-daerah rawan kecelakan itu masing-masing mempunyai penunggu sendiri-sendiri. Mereka itulah yang sering mengakibatkan kecelakaan.

Tapi bukan berarti raja dedemit yang memakan nyawa manusia itu tapi anak buahnya. Perbuatan mereka bermacam-macam, misalnya menutup mata pengendara mobil sehingga tidak bisa melihat jalanan. Akibatnya pun dapat ditebak, tabrakan dahsyat tak terhindarkan.

Terdapat beberapa tingkatan kecelakaan, ada yang cuma memakan korban satu atau dua orang. Tapi ada juga yang sampai meminta korban banyak orang atau dalam bahasa jawa istilahnya”reogan.” Pada saat itu pikiran orang lewat dibuat kosong atau apes, tidak hanya karena faktor kelalaian manusia.

“Saya menghimbau kepada orang yang dalam perjalansn jangan terlalu riya’, lebih baik banyak berdoa”, katanya.

Maka untuk menghindari supaya tidak menjadi korban di jalanan dianjurkan banyak mengucapkan Istifgfar ,,”Astafirullahaladzim”. Selain itu banyak berdzikir “Ya Habbu Ya Salam, Birahmatika Ya Arhamar Rakhimin.”

Dengan berdoa merupakan filter bagi manusia. Misalnya akan terjadi kecelakaan berat bisa ditekan sehingga paling-paling cuma serempetan ringan.

Waktu rawan kecelakaan pada malam hari, diatas pukul 19.00 wib sampai pukul 03.00 wib. Pada jam-jam itu volume kendaraan yang lewat akan lebih padat.

Disamping itu ada faktor lain seperti kelelahan atau mengantuk karena sebenarnya jam untuk tidur.

Sedangkan siang hari justru jumlah kendaraan yang jalan tidak terlalu banyak.”Semua hari pada dasarnya baik, tidak hari hari yang jelek”, ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini