Korps Marinir Bantah Denjaka Dikerahkan ke Papua Tumpas KKB

Widya Michella, MNC Media · Sabtu 01 Mei 2021 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 01 337 2403969 korps-marinir-bantah-denjaka-dikerahkan-ke-papua-tumpas-kkb-iXAWcVfJsk.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

JAKARTA - Korps Marinir membantah pasukan elite TNI Angkatan Laut (AL) yakni Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) dikerahkan ke Papua untuk menumpas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Belakangan KKB telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah.

Kadis Penerangan Marinir Angkatan Laut, Letkol Gugun Saiful Racman mengatakan, tidak ada yang mengetahui pergerakan Denjaka. Kegiatan denjaka juga tidak dipublikasikan.

"Seluruh kegiatan Denjaka tidak pernah diberitakan. Kegiatan di sana tidak ada," katanya saat dihubungi MPI.

Pernyataan tersebut menepis isu yang beredar di media sosial (medsos) bahwa Denjaka dikerahkan ke Papua untuk memberangus KKB.

Baca Juga : BIN Optimalkan Deteksi Dini Usai KKB Ditetapkan Organisasi Teroris

"Pasukan elit angkatan laut DENJAKA sudah sampai di tanah Papua. Kekuatan 1 Denjaka = 12 orang. Mempunyai kekuatan misterius yang bikin angkatan laut Amerika gemetaran,"cuit akun @H4l1mun_D1n61n.

Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menetapkan KKB di Papua sebagai daftar terduga teroris dan organisasi teroris (DTTOT).

“Pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan massif dikategorikan sebagai teroris,” ujar Mahfud dalam jumpa persnya, Kamis 29 April 2021.

Baca Juga : 10 Daftar Rangkaian Kekerasan yang Dilakukan KKB Sepanjang 2021

Pemerintah meminta TNI dan Polri untuk menindak KKB di Papua yang semakin meresahkan. Hal itu mengacu pada UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Terorisme.

“Pemerintah sudah meminta kepada Polri TNI, BIN dan aparat terkait segera melakukan tindakan secara cepat, tegas dan terukur,” ujarnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini