Dukung Ketegasan Polri, Milenial Muslim Imbau Masyarakat Tak Mudik Lebaran

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 01 Mei 2021 09:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 01 337 2403870 dukung-ketegasan-polri-milenial-muslim-imbau-masyarakat-tak-mudik-lebaran-67VVinc3pp.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

JAKARTA - Ketua Milenial Muslim Bersatu (MMB), Khairul Anam, mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak melakukan mudik pada Lebaran tahun ini. Anam oun juga mendukung ketegasan Polri untuk menjaga agar aturan larangan mudik Lebaran yang tertuang dalam Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021, beserta adendumnya.

Menurut Anam, keputusan pemerintah melarang mudik Lebaran telah melalui berbagai kajian dan pembahasan, yang melibatkan seluruh unsur masyarakat, termasuk pemuka agama. Dasar kebijakan tersebut yakni kemaslahatan masyarakat.

Sementara kepada seluruh jajaran Polri, terutama Korps Lalu Lintas (Korlantas), Anam menyatakan mendukung ketegasan sikap untuk menindak para pelanggar kebijakan larangan mudik Lebaran 2021.

“Kami sadar sikap tersebut tidak popular, tapi kebijakan Polri yang bersedia tidak popular guna menjaga kepentingan yang lebih besar yakni kemungkinan ancaman besar pandemi, itu yang kami apresiasi,” kata Anam, dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/5/2021).

Sebagaimana diketahui, Kakorlantas Polri Irjen Istiono menyatakan bakal menindak tegas para pelaku dan pihak-pihak yang berusaha membantu merusak upaya pemerintah menegakkan larangan mudik 2021. Untuk itu, Polri melakukan penyekatan di berbagai ruas jalan dan penyebaran personel untuk mengawasi jalan-jalan tikus yang ada.

Mereka yang melanggar, kata Istiono, bisa mendapatkan sanksi dari penilangan hingga penyitaan kendaraan.

"Sudah saya identifikasi semuanya akan saya tindak secara tegas bila melakukan pelanggaran. Sanksinya jelas ditilang. Bila perlu ditahan sampai nanti selesai lebaran," kata Istiono, Kamis (29/4).

Korlantas Polri sejak 22 April telah memberlakukan pengetatan mudik melalui Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD). Kemudian pada 6-17 Mei 2021 baru digelar operasi larangan mudik. Pengetatan mudik akan kembali diberlakukan pada 18-28 Mei 2021. Serangkaian operasi dilakukan demi menekan penyebaran Covid-19 selama momen libur Lebaran.

Baca Juga : Larangan Mudik Harus Dapat Dukungan Pemerintah Daerah

"Kita harapkan kesadaran masyarakat. Pemerintah menganjurkan untuk tidak mudik. Masyarakat juga harus bangkit semangatnya untuk mendorong ini semua, agar Covid-19 tidak berkembang," kata Istiono.

Menurut Anam, jangan karena keinginan untuk bertemu dan bersilaturahmi di kampung, yang seringkali melupakan protokol Covid-19, lalu menjadikan negeri ini kembali dalam bahaya besar pandemi Covid-19. Ia menunjukkan, betapa kelengahan pemerintah dan masyarakat India untuk menahan diri dari berkumpul secara massal dalam kampanye politik dan prosesi keagamaan Kumb Mela, kini menjadikan negeri itu terpuruk sebagai wilayah paling rawan Covid-19 di dunia.

“India pun menjadi wilayah super-spreader yang tidak hanya dijauhi semua orang di dunia, tetapi bahkan mengalami eksodus besar-besaran orang-orang kaya mereka, sekadar pergi jauh tetirah dari negeri itu,” kata Anam.

Ia juga bersimpati kepada warga masyarakat yang selama dua Lebaran ini tidak bisa mudik untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar. Tetapi Anam mengingatkan, tidak hanya silaturahmi bisa dilakukan tidak secara massal selama waktu-waktu ke depan, tetapi menjaga agar pandemi yang ada tidak menjadi wabah yang jauh mengerikan pun lebih utama.

Baca Juga : KAI Sebut Belum Ada Lonjakan Penumpang Jelang Larangan Mudik

“Tahun lalu kita semua punya pengalaman untuk bersilaturahmi selama waktu-waktu di luar Lebaran, tanpa kedatangan massal ke kampung halaman, dan itu bisa terselenggara dengan baik. Itu sebenarnya bisa menjadi modal untuk kita ulangi kembali tahun ini,” kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini