Usai Insiden di Kualanamu, Pemerintah Bakal Perketat Pengawasan Layanan Antigen

Fahreza Rizky, Okezone · Sabtu 01 Mei 2021 09:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 01 337 2403859 usai-insiden-di-kualanamu-pemerintah-bakal-perketat-pengawasan-layanan-antigen-u4xNrVhcyD.jpg Menko PMK Muhadjir Effendy. (Ist)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy memastikan pemerintah bakal memperketat pengawasan layanan rapid test antigen di berbagai tempat.

Hal itu guna mengantisipasi kejadian penggunaan alat bekas pakai pada layanan rapid test antigen di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara.

"Ini sedang kita benahi manajemen pengawasannya, pengendalian peralatan-peralatan yang ada di lapangan. Besok saya akan ke Medan, akan saya cek lapangan langsung bagaimana sih ceritanya kok bisa terjadi," kata Muhadjir melalui keterangan tertulis, Sabtu (1/5/2021).

Ia menyatakan, kejadian tersebut akan dijadikan dasar bagi pemerintah untuk melakukan pengawasan dan investigasi di beberapa tempat lain yang ditengarai rawan hal serupa.

"Yang jelas pengawasannya akan kita perketat," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, penggunaan alat bekas pakai pada layanan rapid test antigen di Bandara Kualanamu dibongkar polisi pada Selasa, 27 April 2021. Aparat penegak hukum telah menetapkan lima orang tersangka pada kasus ini.

Baca Juga : 9 Ribu Orang Jadi Korban Antigen Bekas, Pelaku Kantongi Rp1,8 Miliar

PT Kimia Farma Diagnostik sebagai penyedia layanan rapid test antigen di Bandara Kualanamu mengaku mendukung langkah Polri menginvestasi kejadian ini. Perusahaan plat merah itu menyebut penggunaan alkes bekas bertentangan dengan SOP yang berlaku.

Baca Juga : Gunakan Antigen Bekas, Manajer Kimia Farma Kantongi Rp30 Juta Per Hari

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini