Sepak Terjang Munarman, Aktif di LBH hingga Ditangkap Densus 88

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Jum'at 30 April 2021 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 337 2403394 sepak-terjang-munarman-aktif-di-lbh-hingga-ditangkap-densus-88-wdHc11YoKV.jpg Munarman (foto: Okezone)

JAKARTA - Bekas Sekretaris Umum FPI Munarman ditangkap oleh Tim Densus 88 Antiteror di kediamannya Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, beberapa hari lalu. Munarman sendiri punya beberapa catatan manis dalam perjalanan hidupnya, diketahui ia pernah aktif di Lembaga Bagian Hukum (LBH).

Munarman lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada 16 September 1968. Dirinya memulai karirnya sebagai aktivis advokasi pada sebuah LBH di Palembang tahun 1995.

Nama ia mulai harum secara nasional ketika menjabat sebagai koordinator Kontras Aceh pada tahun 1999-2000. Selanjutnya, pada 2002 Munarman terpilih jadi Ketua Dewan Pengurus Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) periode 2002-2007.

Munarman semakin dikenal saat dirinya ikut serta dalam tim pengacara pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Bakar Ba'asyir. Pada saat itu, Abu Bakar tersandung kasus bom Bali dan divonis 2,5 tahun penjara.

Selanjutnya, setelah lepas dari tim pengacara Abu Bakar dirinya mulai dekat dengan jaringan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Kedekatannya dengan HTI, Munarman mulai mengenal beberapa tokoh termasuk Ketua FPI Habib Rizieq Shihab atau HRS.

Pertemuan dengan HRS berbuah manis membawa dirinya bergabung dengan FPI. Berbagai posisi telah Munarman jalani mulai dari Panglima Komando Laskar Islam (KLI), Juru bicara FPI, dan terakhir sebelum dibubarkan dirinya menjabat sebagai Sekretaris Umum FPI.

Pada 2014, Munarman sempat ingin dicalonkan oleh Suryadharma Ali Ketua Umum partai PPP sebagai kandidat legislatif. Namun, Munarman tidak memutuskan apapun.

Baca Juga : Tak Bisa Jenguk Munarman, Pengacara Bakal Tempuh Jalur Konstitusional

Munarman tidak terlepas dari berbagai kontroversi yang dibuatnya mulai dari perampasan kunci kontak pada 2007 dirinya ditahan di Polsek Limo, Depok. Pada 2012 dirinya dikeroyok 2 orang lantaran membunyikan klakson berkali-kali ditengah kemacetan.

Kontroversi yang viral ialah saat dirinya melakukan penyiraman air teh ke salah satu narasumber. Saat itu, dirinya sedang berdebat pada acara talkshow di salah satu stasiun televisi swasta.

Selanjutnya, Munarman diduga bergabung bersama jaringan Baiat. Hingga akhirnya dirinya ditangkap Densus 88 Antiteror Polri terkait afiliasi dirinya pada jaringan Baiat UIN Jakarta, Makassar, serta Medan.

Sebagaimana diketahui, pada Selasa 27 April 2021 malam, Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan penangkapan Munarman terkait pengembangan kasus terorisme yang sebelumnya.

"Jadi terkait kasus baiat (pengukuhan) di UIN Jakarta, kemudian juga kasus baiat di Makassar, dan mengikuti baiat di Medan. Jadi ada tiga hal itu," kata Ahmad kepada wartawan.

Munarman ditangkap terkait baiat di UIN Jakarta, Makassar, dan Medan beberapa waktu lalu. Baiat di Makassar dikatakan Ahmad Ramadhan berkaitan dengan jaringan teroris ISIS.

Tim Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri menangkap Munarman di kediamannya, Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa sekitar pukul 15.30 WIB.

Selanjutnya, dalam penggeledahan di eks markas FPI pihak kepolisian mengamankan botol plastik berisikan cairan triaseton triperoksida (TATP) yang termasuk golongan bahan peledak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini