Peristiwa 30 April: Penemuan Galaksi NGC 5566, Hitler Bunuh Diri dan Meninggalnya Pramoedya Ananta Toer

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 30 April 2021 07:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 337 2403207 peristiwa-30-april-penemuan-galaksi-ngc-5566-hitler-bunuh-diri-dan-meninggalnya-pramoedya-ananta-toer-BjKNgxV1nb.jpeg Pramoedya Ananta Toer. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Berbagai peristiwa bersejarah terjadi pada 30 April, baik di dalam maupun di luar negeri. Peristiwa bersejarah itu patut untuk diingat kembali sebagai bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan umat manusia. 

Berikut beberapa peristiwa bersejarah 30 April pilihan Okezone, berdasarkan daftar yang disusun Wikipedia.

Baca juga: Peristiwa 30 Maret : Penggunaan Obat Bius Perdana hingga Chrisye Meninggal Dunia

30 April 1786: Galaksi NGC 5566 Ditemukan

NGC 5566 adalah galaksi spiral berbatang di rasi bintang Virgo, berjarak sekitar 65 juta tahun cahaya dari Bumi. NGC 5566 adalah galaksi terbesar di rasi bintang Virgo, dengan diameter hampir 150.000 tahun cahaya. Galaksi NGC 5566 ditemukan oleh William Herschel. 

30 April 1786: Presiden Pertama Amerika Serikat George Washinton Mulai Menjabat

George Washinton merupakan seorang jenderal dan negarawan yang terkenal di Negeri Paman Sam. Washinton juga merupakan salah satu pendiri negara Amerika Serikat dan salah satu pentolan Pasukan Patriot selama perang Revolusi Amerika Serikat. Washinton bersama pasukannya berhasil meraih kemerdekaan dari Britania Raya.

30 April 1937: Perempuan di Filipina Memperoleh Hak Pilih

Pada tanggal 30 1937 lalu. Perempuan Filipina akhirnya meraih secara penuh hak asasi manusia (HAM), di tahun tersebut pemerintah Filipina membebaskan kaum perempuan untuk menentukan pilihannya sendiri tanpa ada intervensi.

30 April 1945: Adolf Hitler Tewas Bunuh Diri

Tanggal 30 April 1945, setelah pertempuran jalanan yang sengit, ketika tentara Soviet berada satu atau dua blok dari Reichskanzlei, Hitler dan istrinya, Eva Braun bunuh diri. Braun menggigit kapsul sianida dan Hitler menembak dirinya.

Jasad mereka dibawa naik melalui pintu keluar darurat bunker ke kebun belakang Reichskanzlei yang sudah hancur, kemudian ditempatkan di sebuah kawah bom dan disiram bensin. Kedua jasad kemudian dibakar diiringi suasana pengeboman oleh Angkatan Darat Merah.

Adolf Hitler. (Foto: Getty Images)

Berlin menyerah pada tanggal 2 Mei. Catatan arsip Soviet yang dirilis setelah jatuhnya Uni Soviet memperlihatkan bahwa sisa-sisa jenazah Hitler, Braun, Joseph dan Magda Goebbels, enam anak Goebbels, Jenderal Hans Krebs, dan anjing-anjing Hitler berkali-kali dikubur dan diangkat.

Pada tanggal 4 April 1970, sebuah tim KGB Soviet memakai peta pemakaman terperinci untuk mengangkat lima kotak kayu di fasilitas SMERSH di Magdeburg. Sisa-sisa jenazah dari kotak tersebut dibakar, dihancurkan, dan disebarkan di sungai Biederitz, anak sungai Elbe.

30 April 2006: Pramoedya Ananta Toer Meninggal

Pramoedya Anant Toer lahir di Blora, Jawa Tengah pada 6 Febuari 1925 dan meninggal di Jakarta 30 April 2006 lalu.

Saat remaja, Pramoedya sempat menjadi juru ketik di sebuah surat kabar Jepang yang berkantor di Jakarta, namun hal itu tidak lama Pramoedya keluar dari pekerjaannya.

Pada masa kemerdekaan. Pramoedya sempat bergabung dengan kelompok militer di Jawa dan kerap ditempatkan di Jakarta pada akhir perang kemerdekaan., Pramoedya terus menulis cerpen serta buku selama berkarier di dunia militer. Pramoedya juga sempat ditahan oleh kerajaan Hindia Belanda, bahkan dirinya sempat di bawa ke negara Belanda sebagai program pertukaran budaya.

Sepulang dari Belanda, Pramoedya bergabung dengan Lemebaga Kesenian Rakyat (Lekra), saat bergabung dengan Lekra gaya penulisan Pram berubah, Pramoedya telah menulis banyak kolom dan artikel pendek yang mengkritik pemerintahan Indonesia terkini. Ia menulis buku Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer.

Sampai akhir hayatnya ia aktif menulis, walaupun kesehatannya telah menurun akibat usianya yang lanjut dan kegemarannya merokok. Pada 12 Januari 2006, ia dikabarkan telah dua minggu terbaring sakit di rumahnya di Bojong Gede, Bogor, dan dirawat di rumah sakit. Menurut laporan, Pramoedya menderita diabetes, sesak napas dan jantungnya melemah.

Pada 6 Februari 2006 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, diadakan pameran khusus tentang sampul buku dari karya Pramoedya. Pameran ini sekaligus hadiah ulang tahun ke-81 untuk Pramoedya. Pameran bertajuk Pram.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini