Perusakan Mapolsek Ciracas, Prada Ilham Divonis 1 Tahun Penjara dan Dipecat dari TNI

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Kamis 29 April 2021 20:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 337 2403059 perusakan-mapolsek-ciracas-prada-ilham-divonis-1-tahun-penjara-dan-dipecat-dari-tni-FMzaOzGu5u.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Oknum TNI AD Prada Muhammad Ilham menjalani sidang putusan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Kamis (29/4/2021). Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Kolonel chk (K) Prastiti Siswayani menyatakan Prada Muhammad Ilham bersalah dalam kasus perusakan Mapolsek Ciracas, 29 Agustus 2020 silam.

Prada Ilham dinyatakan bersalah karena menyiarkan berita bohong sehingga menimbulkan kerusuhan sebagaimana Pasal 14 Ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 Peraturan Hukum Pidana.

"Mempidana terdakwa oleh karena itu dengan pidana pokok penjara selama satu tahun," kata Prastiti saat membacakan amar putusan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Kamis (29/4/2021).

Baca Juga: Puspom TNI Pastikan Berkas Perkara Pelaku Perusakan Mapolsek Ciracas P21

Tak hanya hukuman pokok penjara selama satu tahun, Prada Ilham juga dijatuhkan hukuman tambahan berupa pemecatan dinas militer karena dianggap melanggar disiplin anggota TNI.

Sementara Kepala Oditurat II-07 Jakarta Kolonel Sus Faryatno Situmorang menuturkan untuk sekarang pihaknya juga belum bisa memastikan terkait menerima putusan hakim atau mengajukan banding. Pasalnya, setelah vonis dibacakan Prada Ilham memiliki waktu selama tujuh hari ke depan untuk mengajukan banding

"Kami pikir-pikir dulu. Kami akan meminta petunjuk Orjen TNI. Kalau diperintahkan banding kami akan banding, kami memiliki waktu tujuh hari," ujar Situmorang.

Sebagaimana diketahui, Prada Ilham adalah dalang dari perusakan Mapolsek Ciracas. Dalam kasus perusakan itu penyidik Pusat Polisi Militer (Puspom)​ menetapkan 77 oknum anggota TNI jadi tersangka, termasuk Prada Ilham.

Baca Juga: 66 Prajurit dari Tiga Matra Tersangka Pembakaran dan Perusakan Mapolsek Ciracas

Rinciannya 67 oknum anggota TNI AD, 9 oknum anggota TNI AL, dan 1 oknum anggota TNI AU yang semuanya kini sudah bersatus terdakwa dan menjalani proses persidangan di Pengadilan Militer. Untuk nasib 76 oknum anggota TNI lainya mereka didakwa dengan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama terhadap orang atau barang, lalu 406 KUHP tentang Perusakan, lalu​ 351 KUHP tentang Penganiayaan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini