Azis Syamsuddin Selalu Lolos dari Jerat Hukum, Ini Kata Ketua KPK

Tim Okezone, Okezone · Kamis 29 April 2021 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 337 2402755 azis-syamsuddin-selalu-lolos-dari-jerat-hukum-ini-kata-ketua-kpk-7nHSOWcBT4.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap andil Wakil Ketua DPR  Azis Syamsuddin (AZ), dalam perkara kasus dugaan suap terhadap oknum penyidik lembaga antirasuah.

(Baca juga: Pemerintah Tetapkan KKB Papua sebagai Organisasi Teroris)

Sebelumnya, politikus Partai Golkar itu pernah dikait-kaitkan dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan di Kejaksaan Agung yang dilakukan Nazaruddin, yang merupakan tersangka suap Wisma Atlet Sea Games XXVI di Palembang.

Saat itu, nama Azis tercatat dalam dukumen perusahaan PT Anak Negeri yang merupakan perusahaan milik Nazaruddin.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan, penyidik antirasuah tidak pernah mentargetkan seseorang untuk tidak dijadikan tersangka.

(Baca juga: Fantastis! Kekayaan Azis Syamsuddin Hampir Rp100 Miliar)

“KPK tidak pernah menarget seseorang, tidak ada agenda bagi KPK kecuali pemberantasan korupsi. Kalaulah seseorang masuk radar KPK itu diawali oleh laporan masyarakat atau bukti permulaan, sehingga tidak akan terjadi salah sasaran, asal duga, atau melanggar hukum,”kata Firli kepada MNC Portal, Kamis (29/4/2021).

Menurut Firli, semua orang yang bekerja untuk negara, mengelola uang negara dan digaji oleh negara masuk dalam pengawasan KPK.

“Tidak terkecuali yang menghalang-halangi tugas pemberantasan korupsi tersebut, kami akan tangani motif dan perannya,”sambungnya.

KPK kata Firli bekerja untuk menjamin kepastian hukum, mewujudkan rasa keadilan dan kemanfaatan bagi masyarakat. Disamping itu hal utama yg menjadi pedoman KPK, bahwa KPK tetap memegang teguh asas praduga tak bersalah, persamaan hak dimuka hukum dan menegak hormati hak asasi manusia.

“KPK harus bekerja cepat betul, tapi harus profesional dan akuntabel karena sesungguhnya KPK juga menghormati prinsip “the sun rise and sun set principle”, dimana setiap yang telah diduga sebagai pelaku perbuatan pidana berdasarkan bukti yang cukup memiliki hak untuk diperiksa dengan cepat dan segera dibawa ke pemeriksaan peradilan,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini